Gandeng Ridwan Kamil, PDIP: Biar Rakyat yang Bicara
Senin, 11 April 2016 - 08:53 WIB
Gandeng Ridwan Kamil, PDIP: Biar Rakyat yang Bicara
A
A
A
JAKARTA - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto menilai, sosok Wali Kota Bandung Ridwan Kamil adalah pemimpin yang mampu merakyat dan berpihak pada wong cilik sesuai dengan falsafah Bung Karno. Karena itu, Hasto menegaskan, pria yang biasa disapa Kang Emil dihadirkan dalam Rapat Koordinasi Bidang Nasional, Pemuda dan Olahraga, PDIP di Wisma Kinasih, Tapos, Depok.
"PDIP terus belajar mencoba perbaiki kehidupan kepartaian, politik bangun peradaban agar Indonesia berdaulat membuka diri dimana seluruh pemimpin di Indonesia bergerak dengan ajaran Bung Karno. Seperti Kang Emil mampu jabarkan kepemimpinan inspiratif, kami terus belajar sesuai arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, kami hadirkan Ridwan Kamil, terbukti Bung Ridwan punya gagasan luar biasa dimana ideologi jadi landasan kebijakan," kata Hasto, Minggu 10 April 2016.
Hasto menilai, Kang Emil mampu menjabarkan falsafah ajaran Bung Karno di kehidupan pemerintah hingga media sosial. Saat ditanya adanya kemungkinan undangan Kang Emil terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, Hasto menegaskan, hal itu diserahkan sepenuhnya pada dinamika politik.
"Suara rakyat didengar oleh PDIP. Pilgub bukan ajang kontestasi tapi sesuai kehendak rakyat. Kami hadirkan Pak Yusril karena hadir ingin berdialog dengan beliau reformasi di bidang hukum masih menjadi PR besar. Begitupun Kang Emil mampu jabarkan ajaran Bung Karno tetap hidup lewat sosmed, itu kita pelajari. Untuk keseluruhan proses pilkada biarlah rakyat yang berbicara. Politik itu dinamis," ungkap Hasto.
Sementara itu, Ridwan Kamil menegaskan, ia berbagi gagasan dengan kader muda PDIP soal 2 tahun 6 bulan dirinya memimpin Kota Bandung. Caranya dengan tetap mengedepankan ideologi Trisakti Bung Karno dalam setiap perubahan.
"Saya penuhi undangan berbagi gagasan sebagai pimpinan 2,5 tahun dengan kader anak muda seluruh tanah air, dihadirkan bawa perubahan. Saya orangnya kalau berbagi selalu senang. Ini menjadi hal positif semoga bisa jadi inspirasi, hal yang belum diselesaikan oleh saya akan jadi perjuangan," tutupnya. (Baca: PDIP Ingin Kembalikan Jakarta ke Jalan yang Lurus)
"PDIP terus belajar mencoba perbaiki kehidupan kepartaian, politik bangun peradaban agar Indonesia berdaulat membuka diri dimana seluruh pemimpin di Indonesia bergerak dengan ajaran Bung Karno. Seperti Kang Emil mampu jabarkan kepemimpinan inspiratif, kami terus belajar sesuai arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, kami hadirkan Ridwan Kamil, terbukti Bung Ridwan punya gagasan luar biasa dimana ideologi jadi landasan kebijakan," kata Hasto, Minggu 10 April 2016.
Hasto menilai, Kang Emil mampu menjabarkan falsafah ajaran Bung Karno di kehidupan pemerintah hingga media sosial. Saat ditanya adanya kemungkinan undangan Kang Emil terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, Hasto menegaskan, hal itu diserahkan sepenuhnya pada dinamika politik.
"Suara rakyat didengar oleh PDIP. Pilgub bukan ajang kontestasi tapi sesuai kehendak rakyat. Kami hadirkan Pak Yusril karena hadir ingin berdialog dengan beliau reformasi di bidang hukum masih menjadi PR besar. Begitupun Kang Emil mampu jabarkan ajaran Bung Karno tetap hidup lewat sosmed, itu kita pelajari. Untuk keseluruhan proses pilkada biarlah rakyat yang berbicara. Politik itu dinamis," ungkap Hasto.
Sementara itu, Ridwan Kamil menegaskan, ia berbagi gagasan dengan kader muda PDIP soal 2 tahun 6 bulan dirinya memimpin Kota Bandung. Caranya dengan tetap mengedepankan ideologi Trisakti Bung Karno dalam setiap perubahan.
"Saya penuhi undangan berbagi gagasan sebagai pimpinan 2,5 tahun dengan kader anak muda seluruh tanah air, dihadirkan bawa perubahan. Saya orangnya kalau berbagi selalu senang. Ini menjadi hal positif semoga bisa jadi inspirasi, hal yang belum diselesaikan oleh saya akan jadi perjuangan," tutupnya. (Baca: PDIP Ingin Kembalikan Jakarta ke Jalan yang Lurus)
(mhd)