Gubernur Cabut Moratorium Pembangunan Hotel di Bali

Sabtu, 09 April 2016 - 13:59 WIB
Gubernur Cabut Moratorium...
Gubernur Cabut Moratorium Pembangunan Hotel di Bali
A A A
DENPASAR - Moratorium pembangunan hotel di Bali dicabut Gubenur Bali I Made Mangku Pastika mulai 2016. Hal tersebut diungkapkan oleh Seketaris Daerah Provinsi Bali, Cokorda Ngurah Pemayun, dan Kepala Badan Penanaman Modal Bali, Ida Bagus Parwata, di Denpasar, Sabtu (9/4/2016).

Sekda Bali, Cok Pemayun mengatakan, pembangunan hotel di Badung bisa dimulai pada tahun 2016 ini. Sementara di wilayah Denpasar boleh dibangun hotel pada 2017 mendatang.

Seperti diketahui bahwa pada 27 Desember tahun 2010 lalu Gubernur Bali telah mengeluarkan surat edaran tentang penghentian sementara penerbitan persetujuan prinsip (pendaftaran penanaman modal/izin prinsip penananaman modal) untuk bidang usaha jasa akomodasi (hotel berbintang dan hotel melati).

Moratorium tersebut kemudian berlaku dari 5 Januari 2011 sampai dengan adanya kajian detail terhadap kelayakan kebutuhan terhadap bidang usaha jasa akomodasi (Hotel berbintang dan hotel melati) di provinsi Bali.

Dicabutnya moratorium pembangunan hotel di Bali karena adanya kajian dari Universitas Udayana, bahwa sudah boleh dilakukan pembangunan hotel di Bali, mengingat jumlah kunjungan wisatawan yang semakin tinggi.

“Dicabutnya moratorium kami bertumpu pada kajian Unud yang dibuat sejak tahun 2012, dan hasilnya saat ini sudah keluar. Pembangunan hotel di wilayah Denpasar sudah bisa dimulai pada tahun 2017 sementara untuk di Badung tahun 2016,”ujarnya.

Pihaknya menjelaskan meskipun moratoriumnya sudah dicabut, sebenarnya pembangunan hotel di wilayah Badung juga masih terhambat. Pasalnya persyaratan membangun hotel harus ada lahan sekira 50 are, selain itu juga luas kamar harus sesuai dengan standar.

Sementara itu Kepala Badan Penanaman Modal Bali, Ida Bagus Parwata juga menegaskan, bahwa kajian Unud sudah menyatakan jumlah wisatawan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kamar hotel.

“Morarotarium ini sudah berjalan 6 tahun. Adanya moratorium ini untuk meratakan pembangunan ekonomi di Bali,”pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan data PHRI Bali, di Pulau Dewata ini sudah ada 130 ribu kamar, apabila ada pembangunan hotel secara terus menerus dipastikan akupansi hotel tidak akan mengalami kenaikan.
(sms)
Berita Terkait
Jelang Puncak Pelaksanaan...
Jelang Puncak Pelaksanaan KTT G20, Begini Kesiapan Bali
Pemprov Jabar dan Bali...
Pemprov Jabar dan Bali Bahu Membahu Pulihkan UMKM
Pasang Penjor Sambut...
Pasang Penjor Sambut Delegasi KTT AIS 2023, Sekda Bali: Promosi bagi Indonesia
Wisata Bali Dibuka,...
Wisata Bali Dibuka, 1.500 Wisman Diharapkan Datang Per Hari
Kampung Bule Rusia di...
Kampung Bule Rusia di Ubud Bali Jadi Target Penertiban
RUU Bali Dibawa ke Paripurna,...
RUU Bali Dibawa ke Paripurna, Nyoman Parta: Dirancang dengan Filosofi Kearifan Lokal
Berita Terkini
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
10 menit yang lalu
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
1 jam yang lalu
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
2 jam yang lalu
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
2 jam yang lalu
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
3 jam yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved