BNPT Tegaskan Pondok Pesantren Bukan Sarang Radikalisme

Jum'at, 08 April 2016 - 10:43 WIB
BNPT Tegaskan Pondok...
BNPT Tegaskan Pondok Pesantren Bukan Sarang Radikalisme
A A A
MEDAN - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan, Pondok Pesantrean bukanlah sarang radikalisme yang mengatasnamakan agama, karena radikalisme bisa datang darimana saja.

"Kita tidak pernah menyampaikan bahwa pondok pesantren merupakan sarang radikal. Tetapi paham radikal bisa saja datang dari pondok pesantren. Pondok pesantren bisa saja menjadi pintu masuk paham radikal," kata Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir di Medan, Kamis 7 April 2016.

Menurut dia, selama ini paham radikal selalu mengatasnamakan agama. Bahkan paham tersebut selalu berlindung di balik agama tertentu.

"Masuknya mereka ke paham ini, selalu berlindung di balik agama tertentu. Paham radikal ini selalu mengatasnamakan agama. Mereka mengambil dasar-dasar agama. Ayat-ayat tertentu yang pengertiannya dipotong-potong. Sedangkan, isi yang lemah lembutnya tidak disampaikan, dan ini sangat berbahaya," ujarnya.

BNPT selalu mengajak pondok pesantren untuk menjaga dirinya agar tidak tersusupi oleh paham radikal. Karena itulah, anak-anak di pondok pesantren perlu dibentengi dari paham radikal.

"Kita tidak mau mereka masuk di situ memasukkan pahamnya ke anak-anak. Makanya selalu kita ajak pondok pesantren untuk menjaga dirinya, bukan kita selalu jadikan sasaran. Kita selalu berpikir, dimana sih kelompok-kelompok yang berpotensi untuk bisa menjadi radikal, bukan kita kaitkan dengan pondok pesantren," tegasnya.

Dia berharap, melalui kerjasama dengan pondok pesantren, maka anak-anak yang menjalani pendidikan di pondok pesantren dapat dijauhkan dari paham radikal.

"Pesantren itu sekolah yang dasarnya pendidikan agama. Kita cegah supaya anak-anak tidak terpapar paham itu. Makanya kita sering masuk pesantren untuk menyampaikan itu. Karena mereka di sana belajar, dari pagi sampai malam, tidak pulang ke rumah," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
58 menit yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
1 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
2 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
10 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
10 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
10 jam yang lalu
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved