Diduga Frustasi, Napi Rutan Pajangan Bantul Tewas Gantung Diri

Senin, 04 April 2016 - 17:11 WIB
Diduga Frustasi, Napi...
Diduga Frustasi, Napi Rutan Pajangan Bantul Tewas Gantung Diri
A A A
BANTUL - Rumah Tahanan (Rutan) Pajangan, Bantul digegerkan aksi bunuh diri salah satu warga binaannya. Arditha Tri Septianto, lelaki kelahiran Pekalongan tewas tergantung di ventilasi ruang tahanan.

Korban pertama kali ditemukan oleh teman satu selnya Hendri Setiawan pada Minggu 3 April 2016 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

"Yang menemukan rekan satu sel yang bangun pagi untuk melakukan salat malam. Korban ditemukan tergantung di ventilasi dengan mempergunakan sarung," jelas Kasat Reskrim Polres Bantul AKP M Kasim Akbar Bantilan.

Di dalam sel tersebut berisi tujuh orang warga binaan, dimana salah satunya adalah korban. Arditha ditahan di Rutan Pajangan karena terlibat aksi pencurian dengan pemberatan pada 7 November silam.

Waktu itu bersama dengan sejumlah temannya, pelaku mencuri di rumah milik M Fadli warga Perum GKP G1 No1 Bandot Lor Argorejo, Sedayu Bantul.

Aksi pencurian tersebut menurut informasi yang beredar dilakukan karena Arditha yang merupakan lulusan sebuah pergurun tinggi swasta tersebut hingga kini masih menjadi pengangguran.

Sementara untuk pulang ke kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah malu karena seorang sarjana masih belum memiliki pekerjaan.

Kakanwil Kemenkumham DIY Pramono menyebut Arditha merupakan tersangka kasus pencurian. "Ada petugas patroli sekitar pukul 02.00 dini hari. Dan saat itu petugas tidak menemukan adanya orang gantung diri. Tapi saat pukul 03.00 ada yang bangun maun salat malam korban sudah gantung diri di ventilasi udara," sebutnya.

Dari pemeriksaan medis yang dilakukan menurut Pramono, tidak ditemukan adanya tanda-tanda aksi kekerasan. Sehingga dugaan kuat korban meninggal karena gantung diri dan aksi nekat tersebut dipicu oleh depresi karena persoalan yang sedang dihadapi.

Dugaan adanya stress yang menghinggapi tersebut dirunut dari catatan sebagai seorang sarjana yang masih belum mendapatkan kerja dan malu untuk pulang kampung.

Dengan adanya kejadian tersebut Pramono menyebut, sudah mengeluarkan perintah untuk meningkatkan aktivitas patroli petugas sipir di dalam Rutan maupun lapas.

Hal tersebut untuk mengurangi waktu luang tidak terkontrol-nya warga binaan seperti saat istirahat malam hari. "Kita sudah perintah peningkatan patroli keliling untuk memantau warga binaan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Penggalian Makam Tahanan...
Penggalian Makam Tahanan Tewas di Polresta Banyumas
Seorang Tahanan Tewas...
Seorang Tahanan Tewas Dikeroyok 10 Orang Senasib di Sel Polres Klaten
Tahanan Narkoba Polsek...
Tahanan Narkoba Polsek Medan Kota Tewas di Sel, Wajah danTubuhnya Lebam
Ali Mahbub Tewas Usai...
Ali Mahbub Tewas Usai Lompat Kodok dan Disiksa di Kamar Mandi Oleh 10 Tahanan
Polda Sumsel Klaim Luka...
Polda Sumsel Klaim Luka Lebam pada Tahanan Meninggal Bukan Disiksa Polisi
Tahanan Kasus Penggelapan...
Tahanan Kasus Penggelapan Tewas Dikeroyok 13 Penghuni Sel di Deliserdang
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
17 menit yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
27 menit yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
38 menit yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
1 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved