Ini Kata BMKG soal Ancaman Panas Ekstrem pada 21 Maret
Jum'at, 18 Maret 2016 - 15:49 WIB
Ini Kata BMKG soal Ancaman Panas Ekstrem pada 21 Maret
A
A
A
MALANG - Peristiwa alam gerhana matahari total baru saja menarik perhatian banyak pihak. Sebentar lagi, matahari diprediksi bakal melintas tepat di garis equator atau yang disebut equinox. Peristiwa ini terjadi rutin setiap dua kali dalam setahun.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, menjelaskan, adanya pesan berantai tentang ancaman panas yang ekstrem akibat peristiwa equinox tak sepenuhnya benar.
“Tak semua wilayah akan terkena dampak dari peristiwa ini,” kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso Hartanto, Jumat (18/3/2016).
Hartanto melanjutkan, peristiwa ini akan terjadi pada 21 Maret 2016 dan 23 September 2016. Pada saat itu, kata Hartanto, matahari akan tepat melintas di atas garis equator.
Dampaknya, kata dia, salah satunya adalah peningkatan suhu tapi tidak akan mencapai 40 derajat celcius seperti yang tertulis di dalam pesan berantai.
“Prediksi kami suhu akan naik antara 33 hingga 34 derajat celcius di sekitar equator,” kata Hartanto.
Selain itu, dampak lainnya juga bisa menyebabkan perubahan cuaca seperti puncak musim hujan pertama karena dipengaruhi suhu permukaan laut yang menghangat akibat pengaruh equanox. “Curah hujan akan tinggi pada April atau Mei,” ujar Hartanto melanjutkan.
Sementara di daerah lain seperti Malang, kata Hartanto, akan terdampak dengan peristiwa ini. Namun, tidak ada peningkatan suhu yang berarti karena Malang masih mengalami musim hujan.
BMKG memprediksi musim hujan masih akan berlangsung sepanjang Maret dengan intensitas rendah sebelum memasuki musim kering pada Mei nanti.
“Pada saat itu, suhu di Malang diprediksi antara 31 hingga 32 derajat celcius, tapi itu bukan dampak dari equinox. Melainkan karena peralihan musim hujan ke kemarau,’ ujar Hartanto. (Hari Istiawan)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, menjelaskan, adanya pesan berantai tentang ancaman panas yang ekstrem akibat peristiwa equinox tak sepenuhnya benar.
“Tak semua wilayah akan terkena dampak dari peristiwa ini,” kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso Hartanto, Jumat (18/3/2016).
Hartanto melanjutkan, peristiwa ini akan terjadi pada 21 Maret 2016 dan 23 September 2016. Pada saat itu, kata Hartanto, matahari akan tepat melintas di atas garis equator.
Dampaknya, kata dia, salah satunya adalah peningkatan suhu tapi tidak akan mencapai 40 derajat celcius seperti yang tertulis di dalam pesan berantai.
“Prediksi kami suhu akan naik antara 33 hingga 34 derajat celcius di sekitar equator,” kata Hartanto.
Selain itu, dampak lainnya juga bisa menyebabkan perubahan cuaca seperti puncak musim hujan pertama karena dipengaruhi suhu permukaan laut yang menghangat akibat pengaruh equanox. “Curah hujan akan tinggi pada April atau Mei,” ujar Hartanto melanjutkan.
Sementara di daerah lain seperti Malang, kata Hartanto, akan terdampak dengan peristiwa ini. Namun, tidak ada peningkatan suhu yang berarti karena Malang masih mengalami musim hujan.
BMKG memprediksi musim hujan masih akan berlangsung sepanjang Maret dengan intensitas rendah sebelum memasuki musim kering pada Mei nanti.
“Pada saat itu, suhu di Malang diprediksi antara 31 hingga 32 derajat celcius, tapi itu bukan dampak dari equinox. Melainkan karena peralihan musim hujan ke kemarau,’ ujar Hartanto. (Hari Istiawan)
(sms)