Puluhan Karyawan PT Aqua Farm Keracunan Makanan

Rabu, 16 Maret 2016 - 18:41 WIB
Puluhan Karyawan PT...
Puluhan Karyawan PT Aqua Farm Keracunan Makanan
A A A
SERDANG BEDAGAI - Karyawan PT Aqua Farm Nusantara secara massal dilarikan ke rumah sakit saat tengah bekerja di pabrik yang berlokasi di Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Selasa 15 Maret 2016 malam.

Keluhannya rasa mual dan pusing. Setidaknya ada 70 karyawan pengolahan ikan eksport tersebut harus dievakuasi ke RS Melati di Perbaungan. Sebagian lagi ke Kabupaten Deliserdang, persisnya RS Grand Medistra Lubukpakam dan RSUD Deliserdang.

Para korban merupakan karyawan bagian Trimming, atau membersihkan duri ikan. Kondisi itu dialami mereka usai menyantap makanan yang disediakan pihak perusahaan, sekitar pukul 23.30 WIB.

Selang setengah jam kemudian satu persatu dari 200-an karyawan bagian Trimming itu bertumbangan. Klinik yang ada di lokasi pabrik tak sanggup mengantisipasi rasa mual dan pusing yang dialami para korban. Alhasil, tengah malam itu pihak perusahaan sibuk mengevakuasi para korban ke rumah sakit.

"Hingga kini kondisi korban rata-rata sudah membaik. Bahkan diantaranya ada yang sudah pulang ke rumah," ungkap Afrizal, Humas PT Aqua Farm Nusantara, Rabu, (16/3).
Diungkapkannya, dari diagnosa sementara keluhan itu diduga karena keracunan makanan.
Dan mengingat makanan itu disediakan perusahaan, Afrizal memastikan perusahaan meminta maaf kepada seluruh karyawan, terutama para korban.

"Seluruh biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Begitu juga mereka yang kini masih dirawat, diberi dispensasi untuk tidak bekerja," katanya.

Tapi yang membuat heran pihaknya, adalah kondisi ini hanya dialami sebagian kecil karyawan shif malam yang lagi bekerja saat itu keseluruhan berjumlah 1.400 orang.

Meski seluruh karyawan bersantap dengan makanan yang sama yang disajikan pihak perusahaan, dengan menu nasi, ikan produksi perusahaan, sayur kacang, sawi dan kol, namun hanya bagian Triming ini saja yang kemudian mengalami rasa mual dan pusing.

"Selain Trimming, seluruhnya ada 9 bagian. Mulai masuk pukul 21:00 WIB hingga 09:00 WIB, dan jadwal istirahat mereka berbeda-beda. Nah bagian Triming ini jadwalnya sekitar pukul 23:30 WIB, baru kejadian sekitar pukul 24.00 WIB, sedangkan karyawan dari bagian lain yang sudah duluan makan kok tidak ada apa-apa," terangnya.

Sementara itu, Kapolres AKBP Hernowo Yulianto menyatakan, untuk menyelidiki dugaan keracunan makanan tersebut pihaknya telah mengambil sampel makanan baik yang belum dimakan, maupun muntahan para korban.

"Untuk mengidentifikasinya seluruhnya kini telah dikirim ke labfor Poldasu. Untuk tahu kandungannya apa tentu kita tunggu dulu hasil lab tersebut," katanya di Mapolres, di Sei Rampah, Rabu, (16/3/2016).

Selain itu, pihaknya juga melakukan olah TKP atas fasilitas kantin perusahaan modal asing (PMA) tersebut, serta memeriksa sejumlah saksi yang terkait dengan kejadian ini. Misalnya, dari para korban, juru masak, hingga pihak manajemen.
(nag)
Berita Terkait
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
1 Tewas dan Belasan...
1 Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat di Puskesmas Akibat Keracunan Makanan di Ciamis
Puluhan Warga Gunungkidul...
Puluhan Warga Gunungkidul Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia
43 Santri di Gunung...
43 Santri di Gunung Putri Diduga Keracunan Nasi Kotak
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
2 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
2 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
2 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
4 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved