Uang Dibawa Kabur Wedding Organizer, Pasangan Ini Batal Menikah

Selasa, 08 Maret 2016 - 01:35 WIB
Uang Dibawa Kabur Wedding...
Uang Dibawa Kabur Wedding Organizer, Pasangan Ini Batal Menikah
A A A
JAKARTA - Nasib apes dialami pasangan kekasih Mochammad Bayu dan Karina Prilianti. Keduanya batal menggelar pernikahan setelah uang mereka dibawa kabur oleh wedding planner berinisial N.

Kakak dari Karina, Trido Meidianto menerangkan, pernikahan Karina dan Bayu yang sudah dipersiapkan beberapa bulan sebelumnya itu, harus diundur. "Seharusnya adik saya menikah Minggu 6 Maret 2016 kemarin. Tetapi ternyata wedding planner-nya kabur, gedung tidak siap akhirnya batal," kata Trido Meidianto, di Mapolda Metro Jaya, Senin 7 Maret 2016 kemarin.

Tri mengungkapkan, adik dan calon suaminya itu menyewa jasa wedding organizer Getar karena kebetulan mengenal seorang plannernya seorang perempuan berinisial N. "N ini teman sekolah adik saya waktu SMA. Menurut adik saya, temannya ini dulu waktu SMA memang suka menggelar event musik," ungkapnya.

Tri menuturkan, adik dan calon suaminya telah membayar wedding organizer tersebut sebesar Rp119 juta untuk jasa sewa Gedung Sarwono termasuk penghulu, fotografer dan perias pengantin serta biaya katering.

"Dari awal November 2015 sudah disetorkan secara bertahap ke rekening F yang katanya adalah pemimpinnya. Semuanya sudah lunas Rp119 juta itu," tuturnya. Dua hari sebelum hari H, tepatnya Jumat 5 Maret 2016 lalu, Bayu dan Karina mencoba menghubungi N untuk menanyakan kesiapan pesta pernikahannya.

Belum ada kecurigaan saat itu, karena N menyatakan bahwa semua sudah siap. "Tahu-tahu waktu hari Sabtu kami ke gedung, ketemu sama fotografer dan penata rias. Fotografer sampai mengundurkan diri karena ternyata belum dibayar oleh N, dari situ kami tahunya," tuturnya.

Kedua calon mempelai juga sempat menanyakan ke pengelola gedung. Dari informasi pengelola gedung, diketahui bahwa ternyata N belum melunasi biaya sewa gedung. "N baru membayar Rp5 juta buat booking saja. Dari situ, N ini tidak bisa dihubungi lagi," tambahnya.

Di Hari H, sejumlah anggota keluarga dari kedua mempelai tetap datang ke Gedung Sarwono. Bukan untuk resepsi, tapi untuk memberitahu sejumlah tamu undangan yang terlanjur datang ke gedung tersebut.

Ada sebagian yang di SMS, sedangkan waktu hari H nya itu ada beberapa tamu yang datang. "Kami beritahu kalau acaranya batal dan kami kasih penjelasan kepada tamu. Undangannya saat itu untuk 300 orang," tukasnya.

Setelah kejadian itu, kedua mempelai mencoba mencari keberadaan N. Namun N tidak ketemu. Sayangnya, korban juga tidak pernah menanyakan di mana kantor N.

Atas peristiwa ini, Karina kemudian melaporkan N ke Polsek Pasar Minggu, pada Minggu 6 Maret 2016. Dalam laporan bernomor 37/K/III/2016 dengan tuduhan Pasal 377 jo 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. "Kami ke Polda tadinya mau lapor lagi, karena Polsek Pasar Minggu menurut kami tidak responsif. Padahal si F yang terima transferan uang itu sudah ditahan di sana," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Terbukti Gelapkan Uang...
Terbukti Gelapkan Uang Jual Beli Kayu Rp3,6 Miliar, Bos PT DTA Divonis 1 Tahun
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Pelaku Penipuan yang...
Pelaku Penipuan yang Beraksi di Natuna Ditangkap di Batam
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
8 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
9 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
9 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
10 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
12 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
12 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved