alexametrics

Disabet Celurit dan Cangkul, Tosan Kebal

loading...
Disabet Celurit dan Cangkul, Tosan Kebal
Disabet Celurit dan Cangkul, Tosan Kebal
A+ A-
SURABAYA - Terungkap bagaimana tim 12 pimpinan Mat Dasir di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang memburu Tosan. Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi, Tosan mengungkapkan bagaimana dia dianiaya oleh anggota tim 12. Meski akhirnya dia selamat dan sempat dirawat di rumah sakit.

"Alhamdulilah saya selamat pak hakim. Dapat memberikan keterangan di sini (persidangan)," kata Tosan di hadapan majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (25/2/2016). Tosan meceritakan, dia pertama kali dipukul oleh Ikhsan yang saat itu mendatangi rumahnya bersama gerombolan lainnya.

Gerombolan itu datang ke rumah dengan membawa celurit, cangkul dan pentungan. Mereka kemudian mengeyoyok Tosan.

Mat Dasir yang ada dalam gerombolan itu, Kata Tosan, juga memukulnya dengan celurit. Gerombolan yang lainnya mengeroyoknya dengan senjata.

Pertama dikeroyok adalah di rumahnya sendiri. Hingga Tosan berhasil lari dan sembunyi. Sekitar 1 jam bersembunyi Tosan pun keluar mencari tempat yang aman. Namun, terlihat gerombolan tersebut hingga di tanah lapang dia pun dibacok.

"Di tanah lapang itu saya dibacok dengan celurit di bagian leher, dihantam dengan batu di kepala saya," jelasa Tosan, Kamis (25/2/2016). Tiba-tiba Hakim Frans Basuning langsung memotong penjelasan Tosan. "Anda dipukul dengan celurit dan cangkul. Bagian mana yang terluka," katanya.

Spontan Tosan pun langsung menjawab pertanyaan hakim. "Alhamdulilah tidak ada yang terluka dengan celurit dan cangkul itu Pak Hakim. Ini luka diperut adalah bekas operasi di rumah sakit. Saya berdarah saat dilempar batu kena kepala saya," jelas Tosan kepada Hakim.

"Kok bisa sampean tidak terluka. Apa sampean Robin Hood atau punya ilmu kebal," balas Hakim dengan nada tinggi.

"Ya bukan begitu pak hakim. Saya nggak mau menjelaskan nanti dikira sombong," jawab Tosan dengan logat Madura. Sontak saja jawaban Tosan ini, membuat sejumlah masyarakat yang hadir di ruang persidangan Candra tertawa.
(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak