Soal Prostitusi, Ini Permintaan Pengusaha Tempat Hiburan ke Ahok

Selasa, 23 Februari 2016 - 19:15 WIB
Soal Prostitusi, Ini...
Soal Prostitusi, Ini Permintaan Pengusaha Tempat Hiburan ke Ahok
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Tempat Hiburan (APTH) DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk tidak menyudutkan salah satu hotel dan tempat hiburan malam yang diduga menyediakan praktik prostitusi.

Ketua APTH DKI Jakarta Anhar Nasution menilai, sikap Ahok dinilai diskriminatif dalam kasus penertiban prostitusi. Sebab, Ahok hanya menyebut beberapa hotel dan tempat hiburan malam saja yang diduga menyediakan jasa prostitusi. "Itu tidak sehat, kemungkinan besar ada persaingan bisnis dari pihak-pihak tertentu. Kalau mau periksa semua hotel, jadi jangan sebut satu saja," kata Anhar saat dihubungi, Selasa (23/2/2016).

Menurut Anhar, pernyataan Ahok hanya menyudutkan salah satu hotel dan tempat hiburan malam sangat sarat dengan kepentingan pihak tertentu. Sebab Anhar menyebut di DKI Jakarta terdapat 247 griya pijat, 80 diskotik, 16 kelab malam, tujuh mandi uap, 14 spa, 267 karaoke, 174 live music, dan 39 lokasi pijat reflek.

Sehingga, lanjut Anhar, jika Ahok ingin serius memberantas prostitusi, seluruh lokasi tempat hiburan tersebut ikut diperiksa. Anhar mengatakan, awal mula munculnya kasus prostitusi ini berasal dari penertiban kawasan Kalijodo yang diduga terjadi praktik prostitusi ilegal sejak lama.

Namun, Anhar menuturkan, jika dikaitkan antara kasus Kalijodo dengan masalah tempat hiburan malam dan hotel di Jakarta tentu jauh berbeda. Sebab semua tempat hiburan dan hotel di Jakarta memiliki izin resmi tidak seperti di Kalijodo.

"Prostitusi sudah ada sejak dunia ini terbentang, kalau mau jujur dan tidak munafik semua hotel dan tempat hiburan itu ada, jangan mengkotak-kotakkan," tegasnya. Anhar meminta kepada Ahok untuk mencari solusi terbaik dalam permasalahan prostitusi ini.

Anhar juga meminta Pemprov DKI untuk fokus dalam peredaran narkoba di tempat-tempat hiburan malam di Jakarta. "Mari kita selesaikan secara komperhensif, cari solusinya, dan mencari jalan keluarnya. Jangan karena kepentingan politik langsung melakukan penutupan kan tidak baik juga itu," katanya.
(whb)
Berita Terkait
Prostitusi Online di...
Prostitusi Online di Apartemen Sulit Diberantas, Ternyata Ini Kendala Pemprov DKI
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Anggota DPRD Minta Pemprov...
Anggota DPRD Minta Pemprov DKI Cabut Izin Diskotek Top One
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Gagal Awasi Top One,...
Gagal Awasi Top One, DPRD DKI Desak Kadis Disparekraf Dicopot
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
4 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
6 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
7 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
8 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
8 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved