Waduh, JIAD Sebut Pengakuan Jari sebagai Nabi Kebebasan Berekspresi

Jum'at, 19 Februari 2016 - 13:29 WIB
Waduh, JIAD Sebut Pengakuan...
Waduh, JIAD Sebut Pengakuan Jari sebagai Nabi Kebebasan Berekspresi
A A A
SURABAYA - Presidium Jaringan Islam Anti Diskriminatif (JIAD) Aan Anshori menyebutkan pengakuan Jari (40) sebagai Nabi Isa adalah bagian dari kebebasan berkepresi.

"Bahwa siapa pun dilindungi oleh undang-Undang untuk menyatakan ekspresi maupun pendapatnya, termasuk mengklaim dirinya sebagai penerus atau bahkan titisan dari siapapun. Salah satunya adalah Pak Jari yang mengaku mendapat wahyu dari Tuhan sebagai Isa Habibullah atau Isa Kekasih Allah," kata Aan, Jumat (19/2/2016).

Aan juga mengatakan, pengakusn Jari sebagai Nabi Isa memang cukup menghentakkan publik. Hal itu juga karena akses informasi saat ini dapat diakses dan cepat meluas.

Namun demikian perlu disikapi dengan bijak dan dewasa oleh pihak lain. Dan Akan sangat tidak elok bagi siapapun untuk mengumbar statement provokatif maupun ujaran kebencian yang pada akhirnya dapat memicu kesalahpahaman dan berakibat benturan di akar rumput.

"Saya percaya warga Jombang sudah sangat dewasa dan kaya pengalaman mengenai hal ini. Salah satu contoh yang bisa disebut adalah betapa matang dan terpujinya respon warga Jombang pada fenomena Ponari beberapa tahun lalu. Mereka tidak menggunakan kekerasan dalam meresponnya. Justru, sebaliknya, menghormati pilihan Ponari dan orang-orang yang percaya padanya," jelasnya.

Upaya dialog ala Jombangan yang egaliter dan tanpa prasangka merupakan modal sosial yang bisa dikembangkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

JIAD mengajak warga Jombang untuk justru tetap merangkul siapa pun yg berbeda pendapat dalam masalah ini.

"Jika ajaran Pak Jari dianggap tidak cocok dengan pandangan warga, mereka tidak perlu mengikutinya. Pun, begitu juga sebaliknya. Negara maupun ormas keagamaan tidak perlu melakukan upaya-upaya berlebihan yang justru malah bisa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu," pungkas Aan.
(nag)
Berita Terkait
3 Film tentang Nabi...
3 Film tentang Nabi Palsu, Nomor 2 Terinspirasi Fenomena Aliran Sesat di Indonesia
Ketua PBNU Sebut Pria...
Ketua PBNU Sebut Pria Mengaku Dewa Matahari Sedang Halusinasi
Gempar, Pria di Maros...
Gempar, Pria di Maros Minta Izin Presiden Jokowi Buat Aliran Kepercayaan Baru ‘Tilaco’
Viral Aliran Hakikinya...
Viral Aliran Hakikinya Hakiki di Makassar, Pengikutnya Mengaku Bisa Bertemu Nabi dan Tuhan
Nabi Kiamat Chad Daybell...
Nabi Kiamat Chad Daybell Dihukum Mati karena Bunuh Istri dan 2 Anak Selingkuhannya
Dijadikan Ritual Sesat,...
Dijadikan Ritual Sesat, 41 Makam Keramat Palsu Dihancurkan Warga Pelabuhanratu
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
4 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
5 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
6 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
6 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
6 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
7 jam yang lalu
Infografis
Benarkah Kapal Nabi...
Benarkah Kapal Nabi Nuh Kayunya Berasal dari Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved