Ingin Pikat Gadis Pujaannya, Penjual Bakso Ngaku Anggota TNI
Rabu, 17 Februari 2016 - 21:59 WIB
Ingin Pikat Gadis Pujaannya, Penjual Bakso Ngaku Anggota TNI
A
A
A
JOMBANG - Ingin menggaet hati gadis pujaannya Edi Lasmijan (24) seorang penjual bakso di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur nekat mengaku sebagai anggota TNI. Namun alih-alih bisa mendapatkan S (24) gadis pujaannya gara-gara kedoknya terbongkar pemuda asal Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur justru ditangkap anggota TNI asli.
Menurut Pasi Intel Kodim 0810/Nganjuk Kapten Inf Kustono, kepada gadis pujaannya Edi mengaku bernama Pratu Edi Sanusi yang berdinas di Yon Zipur 3 Bandung, Jawa Barat.
“Untuk meyakinkan gadis cantik yang tinggal di Desa Nglaban, Kecamatan Loceret, Nganjuk, Edi juga memakai baju seragam loreng TNI yang dia dapat dari temannya,” kata Kustono, Selasa (16/2/2016).
Tapi karena curiga dengan gelagat Edi, kata Kustono, paman sang gadis yang berprofesi sebagai anggota TNI mencoba menyelidikinya.
Nahas saat diinterogasi, Edi ternyata tidak dapat menunjukkan bukti bahwa dirinya adalah anggota TNI sungguhan.
“Tanpa menunggu lama paman sang gadis langsung mengamankan Edi ke kantor Koramil Loceret,” timpal Kustono.
Di kantor Koramil ini Edi ketakutan dan mengakui kalau dirinya adalah penjual bakso di daerah Bandung, Jawa Barat. Dia mengaku nekat menyamar sebagai anggota TNI karena ingin memikat gadis pujaannya tersebut.
“Namun apapun alasannya petugas tidak dapat menerima alasan Edi dan langsung membawanya ke Mapolres Nganjuk untuk diproses lebih lanjut,” tandas Kustono.
Menurut Pasi Intel Kodim 0810/Nganjuk Kapten Inf Kustono, kepada gadis pujaannya Edi mengaku bernama Pratu Edi Sanusi yang berdinas di Yon Zipur 3 Bandung, Jawa Barat.
“Untuk meyakinkan gadis cantik yang tinggal di Desa Nglaban, Kecamatan Loceret, Nganjuk, Edi juga memakai baju seragam loreng TNI yang dia dapat dari temannya,” kata Kustono, Selasa (16/2/2016).
Tapi karena curiga dengan gelagat Edi, kata Kustono, paman sang gadis yang berprofesi sebagai anggota TNI mencoba menyelidikinya.
Nahas saat diinterogasi, Edi ternyata tidak dapat menunjukkan bukti bahwa dirinya adalah anggota TNI sungguhan.
“Tanpa menunggu lama paman sang gadis langsung mengamankan Edi ke kantor Koramil Loceret,” timpal Kustono.
Di kantor Koramil ini Edi ketakutan dan mengakui kalau dirinya adalah penjual bakso di daerah Bandung, Jawa Barat. Dia mengaku nekat menyamar sebagai anggota TNI karena ingin memikat gadis pujaannya tersebut.
“Namun apapun alasannya petugas tidak dapat menerima alasan Edi dan langsung membawanya ke Mapolres Nganjuk untuk diproses lebih lanjut,” tandas Kustono.
(sms)