Penyelundupan Narkoba, dari Sayur Tahu sampai Celana Dalam
Senin, 15 Februari 2016 - 22:21 WIB
Penyelundupan Narkoba, dari Sayur Tahu sampai Celana Dalam
A
A
A
SERANG - Rumah Tahanan (Rutan) Klas II Serang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam rutan sebanyak lima kali, dari tahun 2015 dan 2016.
Kepala Rutan Serang Prihartati mengatakan, selama dirinya menjabat sejak tahun lalu sudah lima kasus penyelundupan narkoba berhasil digagalkan dengan berbagai cara.
"Tahun 2015 saja ada dua kasus penyelundupan narkoba, bermacam-macam modusnya. Ada sabu disembunyikan dalam sayur tahu dan pakaian dalam," katanya, saat berbincang dengan Sindonews, Senin (15/2/2016).
Awal tahun 2016, terjadi tiga kasus. Pertama sabu yang dibawa oleh oknum polisi, ganja yang disembunyikan dalam bungkus rokok, dan sabu di dalam pasta gigi.
"Sebanyak 50 dari 466 warga binaan yang menghuni Rutan Serang tersangkut kasus narkoba. Untuk itu, setiap pengunjung kami periksa sedetail mungkin, setiap hari juga kita melakukan apel pagi," terangnya.
Dalam sebulan, pihaknya melakukan empat kali razia untuk mencari barang-barang terlarang di setiap kamar napi. Meski demikian, pihaknya mengaku para napi lebih pandai mengecoh petugas.
"Kalau ada oknum petugas, saya tidak bilang iya, tidak bilang tidak. Kalau seperti ini memang tidak bisa diduga, kami tetap berupaya meminimalisirnya," pungkasnya.
Kepala Rutan Serang Prihartati mengatakan, selama dirinya menjabat sejak tahun lalu sudah lima kasus penyelundupan narkoba berhasil digagalkan dengan berbagai cara.
"Tahun 2015 saja ada dua kasus penyelundupan narkoba, bermacam-macam modusnya. Ada sabu disembunyikan dalam sayur tahu dan pakaian dalam," katanya, saat berbincang dengan Sindonews, Senin (15/2/2016).
Awal tahun 2016, terjadi tiga kasus. Pertama sabu yang dibawa oleh oknum polisi, ganja yang disembunyikan dalam bungkus rokok, dan sabu di dalam pasta gigi.
"Sebanyak 50 dari 466 warga binaan yang menghuni Rutan Serang tersangkut kasus narkoba. Untuk itu, setiap pengunjung kami periksa sedetail mungkin, setiap hari juga kita melakukan apel pagi," terangnya.
Dalam sebulan, pihaknya melakukan empat kali razia untuk mencari barang-barang terlarang di setiap kamar napi. Meski demikian, pihaknya mengaku para napi lebih pandai mengecoh petugas.
"Kalau ada oknum petugas, saya tidak bilang iya, tidak bilang tidak. Kalau seperti ini memang tidak bisa diduga, kami tetap berupaya meminimalisirnya," pungkasnya.
(san)