Pengamat Sosial UI Dilibatkan Korek Keterangan Begeng
Kamis, 11 Februari 2016 - 10:39 WIB
Pengamat Sosial UI Dilibatkan Korek Keterangan Begeng
A
A
A
DEPOK - Untuk mengetahui motif pembunuhan Jamaludin (7), Polresta Depok melibatkan sejumlah tenaga ahli. Dilibatkannya tenaga ahli ini masuk dalam serangkaian tes terhadap tersangka Jaunar Arifin alias Begeng (35) yang diduga seorang paedofilia.
Menurut Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, polisi melibatkan pengamat sosial dalam proses penyidikan untuk menggali dari sisi kacamata sosial dan adanya kemungkinan dugaan motif paedofilia.
Devie didampingi sejumlah polisi memberikan serangkaian pertanyaan kepada Begeng. “Berdialog singkat, sekitar 30 menit didampingi polisi. Menarik, dalam tiap pertanyaan tersangka mampu respon pertanyaan dengan bersifat diskusi. Mampu berkomunikasi dengan baik,” katanya di Depok, Rabu 10 Februari 2016.
Namun Devie menegaskan pertanyaan yang dilemparkan lebih bersifat profil pelaku, tidak secara detail masuk kepada materi penyidikan. Untuk membuktikan adanya motif paedofilia, menurut Devie masih harus melewati proses pemeriksaan lebih lanjut. (Baca: Bocah 7 Tahun Dibunuh Penculik di Lubang Buaya)
Menurut Devie dari pengamatan dan hasil wawancara, karakter tersangka merupakan orang yang santai dan mudah diajak bekerjasama. Meskipun semula tersangka sempat berdalih bahwa bukan dia yang membunuh Jamaludin dan mengaku diancam oleh seseorang.
“Gesture tersangka adalah orang yang sangat terbuka mudah bekerjasama, dia cukup santai dalam hal ini dengan mudah. Saya akan terus dukung proses investigasi polisi temukan model pola – pola potensi kekerasan pada anak,” ungkapnya.
PILIHAN:
Ayah Mirna Menahan Diri untuk Telanjangi Jessica Wongso
Kematian Mirna Terkait Persaingan Bisnis, Ini Kata Darmawan Salihin
Menurut Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, polisi melibatkan pengamat sosial dalam proses penyidikan untuk menggali dari sisi kacamata sosial dan adanya kemungkinan dugaan motif paedofilia.
Devie didampingi sejumlah polisi memberikan serangkaian pertanyaan kepada Begeng. “Berdialog singkat, sekitar 30 menit didampingi polisi. Menarik, dalam tiap pertanyaan tersangka mampu respon pertanyaan dengan bersifat diskusi. Mampu berkomunikasi dengan baik,” katanya di Depok, Rabu 10 Februari 2016.
Namun Devie menegaskan pertanyaan yang dilemparkan lebih bersifat profil pelaku, tidak secara detail masuk kepada materi penyidikan. Untuk membuktikan adanya motif paedofilia, menurut Devie masih harus melewati proses pemeriksaan lebih lanjut. (Baca: Bocah 7 Tahun Dibunuh Penculik di Lubang Buaya)
Menurut Devie dari pengamatan dan hasil wawancara, karakter tersangka merupakan orang yang santai dan mudah diajak bekerjasama. Meskipun semula tersangka sempat berdalih bahwa bukan dia yang membunuh Jamaludin dan mengaku diancam oleh seseorang.
“Gesture tersangka adalah orang yang sangat terbuka mudah bekerjasama, dia cukup santai dalam hal ini dengan mudah. Saya akan terus dukung proses investigasi polisi temukan model pola – pola potensi kekerasan pada anak,” ungkapnya.
PILIHAN:
Ayah Mirna Menahan Diri untuk Telanjangi Jessica Wongso
Kematian Mirna Terkait Persaingan Bisnis, Ini Kata Darmawan Salihin
(ysw)