Melanggar Izin Tinggal di Jateng, 77 WNA Dideportasi

Selasa, 26 Januari 2016 - 15:54 WIB
Melanggar Izin Tinggal...
Melanggar Izin Tinggal di Jateng, 77 WNA Dideportasi
A A A
SEMARANG - Izin tinggal sementara maupun tetap rawan disalahgunakan Warga Negara Asing (WNA). Di Jawa Tengah, sejak tahun 2015 hingga pekan keempat Januari 2016 ini, ada 77 WNA yang dideportasi.

"Jawa Tengah cukup banyak soal WNA dideportasi. Rata-rata persoalan izin tinggal. Di tahun 2015 ada 73, Januari 2016 ini sudah ada empat orang," ungkap Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah Rustarto di kantornya, Selasa (26/1/2016).

Puluhan WNA yang dideportasi berasal dari berbagai negara. Pelanggaran izin tinggal, termasuk ranah administrasi sehingga tidak ada pemidanaan. Mereka awalnya diamankan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Sementara, empat orang yang dideportasi pada Januari 2016 ini, sebut Rustarto, semuanya diamankan di Kota Semarang. Semuanya berasal dari negara Tiongkok.

Rustarto juga menyebut, pada Oktober-November 2015 juga dilakukan penangkapan dua WNA yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) internasional. Mereka berasal dari negara Thailand dan Inggris.

"Mereka selalu berpindah-pindah. Sempat di Jakarta. Pada kegiatan itu, kami bekerja sama dengan International Police (Interpol)," lanjut Rustarto.

Persoalan masuknya warga asing memang harus diwaspadai, terutama terkait dampak negatif ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

Untuk mengeliminir dampak negatif itu, penegakan hukum keimigrasian adalah harga mati yang harus dilaksanakan.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah Bambang Sumardiono mengatakan, imigrasi sebagai garda terdepan bangsa punya peran penting dalam memerangi transnational crime, khususnya terorisme, cyber crime, dan human trafficking.

"Kami juga masuk komunitas intelijen, baik pusat dan daerah, salah satunya untuk pengawasan," katanya.

Bambang menyebut, berdasar data pusat dalam sambutan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada Upacara Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-66, pada tahun 2015 Direktorat Jenderal Imigrasi dalam bidang pengawasan dan penegakan hukum telah menyelesaikan 288 berkas perkara keimigrasian. 2.508 orang asing dikenakan tindakan keimigrasian dan 700 WNA dideportasi.

Soal proses hukum alias projustitia kepada WNA memang meningkat pesat. Sebab, tahun 2014 hanya tercatat 54 berkas perkara yang dapat diselesaikan.

"Di Jawa Tengah, baru ada enam Kantor Imigrasi. Ada dua wilayah, yakni di Purwokerto dan Magelang sudah mengajukan, tapi tidak serta merta begitu saja disetujui. Masih dikaji lagi."
(zik)
Berita Terkait
Imigrasi Polman Deportasi...
Imigrasi Polman Deportasi Warga Negara Bangladesh
Selain Dideportasi,...
Selain Dideportasi, 3 Warga China Pelanggar Izin Tinggal Masuk Daftar Cekal
Ditelantarkan Orangtuanya...
Ditelantarkan Orangtuanya di Bali, Kakak Adik Asal Rusia Dideportasi
Mengemis di Indonesia,...
Mengemis di Indonesia, Imigrasi Jakpus Deportasi 2 WN Pakistan
Imigrasi Makassar Deportasi...
Imigrasi Makassar Deportasi 1 WNA Blugaria, dan Dipindahkan 1 Warga AS
Ditjen Imigrasi Deportasi...
Ditjen Imigrasi Deportasi dan Cekal 13 WNA Asal Taiwan Pelaku Kejahatan Berat
Berita Terkini
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
10 menit yang lalu
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
22 menit yang lalu
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
58 menit yang lalu
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
2 jam yang lalu
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
3 jam yang lalu
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved