Warga Prihatin Psikis Siswi SMP Diarak Telanjang Terganggu
Minggu, 17 Januari 2016 - 19:33 WIB
Warga Prihatin Psikis Siswi SMP Diarak Telanjang Terganggu
A
A
A
SRAGEN - Kondisi psikis siswi SMP pelaku pencurian yang diarak telanjang keliling kampung masih belum pulih. Warga yang prihatin dengan kondisi gadis berinisial RS ini lalu menggalang dana seikhlasnya kepada keluarga RS.
Ketua Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen Sugiarsi mengatakan, saat ini RS masih dirawat di shelter miliknya, daerah Dukuh mangir, Desa Blimbing, Kecamatan Sambirejo, Sragen.
"Kondisinya belum pulih betul, saat ini masih dalam penanganan kami. Kami upayakan untuk penyembuhan mentalnya dan keluarganya," ujarnya, kepada wartawan, Minggu (17/1/2016).
Ditambahkan dia, pihaknya akan terus memberikan pengawalan hukum terhadap kasus tersebut. Dia menegaskan, pelaku harus dihukum berat, karena tindakannya telah menghancurkan masa depan gadis malang tersebut.
Terpisah, Wakapolres Sragen Kompol Yudy Arto Wiyono menegaskan, pihaknya akan bersikap profesional. Kepolisian akan menahan pelaku setelah terpenuhi unsur pidana. Saat ini, bahkan pelaku telah bertambah satu orang.
”Empat pelaku yang telah ditahan yakni W, S, SK dan KB. KB ini juga berperan dengan memukul alat gong seperti bonang saat diarak,” terangnya.
Meski begitu, dia mengaku untuk reka ulang masih belum perlu. Menurutnya alat bukti dan keterangan saksi sudah memenuhi unsur pidana. ”Belum perlu reka ulang kejadian, bukti termasuk alat musiknya sudah kami amankan,” tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan langsung di rumah RS, tampak ratusan warga berkumpul untuk melihat dari dekat rumah RS. Warga yang prihatin dengan kondisi RS lalu melakukan aksi galang dana seikhlasnya untuk keluarga RS.
Ketua Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen Sugiarsi mengatakan, saat ini RS masih dirawat di shelter miliknya, daerah Dukuh mangir, Desa Blimbing, Kecamatan Sambirejo, Sragen.
"Kondisinya belum pulih betul, saat ini masih dalam penanganan kami. Kami upayakan untuk penyembuhan mentalnya dan keluarganya," ujarnya, kepada wartawan, Minggu (17/1/2016).
Ditambahkan dia, pihaknya akan terus memberikan pengawalan hukum terhadap kasus tersebut. Dia menegaskan, pelaku harus dihukum berat, karena tindakannya telah menghancurkan masa depan gadis malang tersebut.
Terpisah, Wakapolres Sragen Kompol Yudy Arto Wiyono menegaskan, pihaknya akan bersikap profesional. Kepolisian akan menahan pelaku setelah terpenuhi unsur pidana. Saat ini, bahkan pelaku telah bertambah satu orang.
”Empat pelaku yang telah ditahan yakni W, S, SK dan KB. KB ini juga berperan dengan memukul alat gong seperti bonang saat diarak,” terangnya.
Meski begitu, dia mengaku untuk reka ulang masih belum perlu. Menurutnya alat bukti dan keterangan saksi sudah memenuhi unsur pidana. ”Belum perlu reka ulang kejadian, bukti termasuk alat musiknya sudah kami amankan,” tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan langsung di rumah RS, tampak ratusan warga berkumpul untuk melihat dari dekat rumah RS. Warga yang prihatin dengan kondisi RS lalu melakukan aksi galang dana seikhlasnya untuk keluarga RS.
(san)