MUI Beri Dukungan Moril Siswi SMP yang Diarak Telanjang
Kamis, 14 Januari 2016 - 20:06 WIB
MUI Beri Dukungan Moril Siswi SMP yang Diarak Telanjang
A
A
A
SRAGEN - Dukungan moril terus berdatangan dari berbagai kalangan yang prihatin atas peristiwa pengarakan telanjang terhadap RS siswi SMP di Sragen.
Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen yang memberikan dukungan moril atas kejadian ini. "Kami ingin membangkitkan semangat korban dan kami dorong untuk sekolah lagi. Apalagi kami miris, korban sampai mencoba bunuh diri," ujar Sekretaris MUI Sragen, Muh Fadlan saat memberikan bantuan, Kamis (14/1/2016).
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Jawa Tengah, Sri Kusuma Astuti langsung menemui anak tersebut yang saat ini ditangani Aliansi Peduli Perempuan dan Anak Sukowati (APPS) Sragen. ”Kalau anak itu nyaman biar di situ dulu, tidak apa-apa,” ujarnya. (Baca: Pengarak Telanjang Siswi SMP Terancam 10 Tahun Penjara)
Namun pemerintah di setiap kota sudah siap memberikan bantuan hukum. Ada pusat pelayanan terpadu yang dapat memberi bantuan hukum. Namun saat ini dia menjelaskan sudah diproses secara hukum oleh kepolisian.
”Simpati sangat banyak, kami siap untuk membantu secara hukum. Sejumlah lembaga dari luar juga banyak yang siap membantu,” timpalnya.
Dia mengatakan, pihaknya untuk membantu pemulihan mentalnya dulu. Selain itu agar tidak tertinggal dalam hal pendidikan.
"Jika RS malu, dia dapat difasilitasi untuk pindah sekolah. Dirinya juga meminta media untuk tidak mengekspose fisik RS karena akan mempersulit proses pemulihan mental," tukasnya.
Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen yang memberikan dukungan moril atas kejadian ini. "Kami ingin membangkitkan semangat korban dan kami dorong untuk sekolah lagi. Apalagi kami miris, korban sampai mencoba bunuh diri," ujar Sekretaris MUI Sragen, Muh Fadlan saat memberikan bantuan, Kamis (14/1/2016).
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Jawa Tengah, Sri Kusuma Astuti langsung menemui anak tersebut yang saat ini ditangani Aliansi Peduli Perempuan dan Anak Sukowati (APPS) Sragen. ”Kalau anak itu nyaman biar di situ dulu, tidak apa-apa,” ujarnya. (Baca: Pengarak Telanjang Siswi SMP Terancam 10 Tahun Penjara)
Namun pemerintah di setiap kota sudah siap memberikan bantuan hukum. Ada pusat pelayanan terpadu yang dapat memberi bantuan hukum. Namun saat ini dia menjelaskan sudah diproses secara hukum oleh kepolisian.
”Simpati sangat banyak, kami siap untuk membantu secara hukum. Sejumlah lembaga dari luar juga banyak yang siap membantu,” timpalnya.
Dia mengatakan, pihaknya untuk membantu pemulihan mentalnya dulu. Selain itu agar tidak tertinggal dalam hal pendidikan.
"Jika RS malu, dia dapat difasilitasi untuk pindah sekolah. Dirinya juga meminta media untuk tidak mengekspose fisik RS karena akan mempersulit proses pemulihan mental," tukasnya.
(sms)