Dua Pasutri Produksi Uang Palsu hingga Rp500 Juta

Kamis, 14 Januari 2016 - 05:13 WIB
Dua Pasutri Produksi...
Dua Pasutri Produksi Uang Palsu hingga Rp500 Juta
A A A
SEMARANG - Petugas Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Semarang Utara mengungkap praktik pembuatan uang palsu dengan barang bukti hingga 500 juta. Pembuatan ini, melibatkan dua pasangan suami isteri (pasutri).

Masing-masing, pasutri pertama adalah pasangan Dedi Kusumawansyah (35), warga asli Ketapang, Kalimantan Barat dan Hindun (29), warga asli Bandung. Pasutri kedua adalah Aris Yuliawan (37), warga Secang, Magelang dan Iranti Lisnawati (22), warga asli Bandung.

Pasutri ini berkomplot membuat uang palsu, lokasinya di rumah Aris Yuliawan. Mereka memproduksi dengan kertas, printer dan cetakan tanda air.

Para istri itu, membantu menyulam benang pengamanan pada uang palsu yang selesai dicetak, agar terlihat serupa aslinya.

Terungkapnya praktik melawan hukum ini diawali dari penangkapan Samsul Bahri (41),warga Kalimantan Barat, saat membeli rokok ketika menginap dk Hotel Oea Wa Asia, Semarang Utara pada Rabu (6/1/2016).

Dia membeli rokok dengan uang palsu. Aksinya tak mulus, hingga salah satu petugas hotel setempat melapor polisi.

"Petugas kami langsung menggeledah Samsul Bahri. Ditemukan uang palsu total Rp290 ribu. Dikembangkan, hingga ditangkap pelaku Dedi dan Hindun yang saat itu menginap di hotel yang sama," ungkap Kapolsek Semarang Utara, Kompol Sulkhan, di Mapolsek Semarang Utara, Rabu (13/1/2016) siang.

Dari tiga orang itu, awalnya ditemukan uang palsu 989 lembar, pecahan Rp50 ribu, totalnya Rp49,9juta. Ketiganya langsung digelandang ke Mapolsek Semarang Utara.
Pengembangan penyidikan pun dilakukan, hingga berhasil menangkap tersangka Aris dan isterinya yakni Iranti, di sebuah rumah kontrakan di Secang, Magelang.

Di Magelang itu, ditemukan aneka barang buktinya. Termasuk uang-uang palsu dalam lembaran-lembaran belum dipotong. Alat-alat pembuatnya pun turut disita.

"Produksi manual. Nah isteri-isteri itu tugasnya membantu menyulam benang pengaman pakai lidi. Sudah ahli, sehari bisa menyulam 500 lembar. Di situ ada barang bukti, uang palsu. Kalau ditotal, dengan yang sudah diedarkan, mendekati Rp1miliar," tambah Sulkhan.

Uang-uang itu diedarkan ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, ada pembelinya. Sulkhan menyebut, transaksi jual beli itu ditukar dengan uang aslinya. Tersangka yang berperan mengedarkan adalah Samsul Bahri.

"Perbandingannya Rp5 juta dan Rp1juta (uang palsu Rp5juta dibeli seharga Rp1juta uang asli)," kata Samsul Bahri.
(nag)
Berita Terkait
Uang Palsu Banyak Dibuat...
Uang Palsu Banyak Dibuat di Jateng, Disebarkan ke Jabodetabek
Polrestabes Bandung...
Polrestabes Bandung Tangkap 4 Tersangka Pembuat Uang Palsu
Polres Gresik Bongkar...
Polres Gresik Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu antar Provinsi
Polisi Ringkus Pengedar...
Polisi Ringkus Pengedar Uang Palsu Jaringan Jakarta
Pengedar Uang Palsu...
Pengedar Uang Palsu Dicokok Satrekrim Polsek Lubuklinggau Utara
Tim Anti Bandit Ciduk...
Tim Anti Bandit Ciduk Pemalsu Uang Palsu di Bandar Lampung
Berita Terkini
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
21 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Serahkan...
Polda Metro Jaya Serahkan Tumpukan Dokumen di Sidang Praperadilan Roy Suryo
36 menit yang lalu
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
45 menit yang lalu
KHBS Terus Diperluas,...
KHBS Terus Diperluas, Puluhan Ribu Warga Pulang Pisau Ditargetkan Nikmati Bantuan hingga Kuliah Gratis
2 jam yang lalu
Giliran Polda Metro...
Giliran Polda Metro Ajukan Bukti dan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo
3 jam yang lalu
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
4 jam yang lalu
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved