Dianggap Radikal, Pangdam Bukit Barisan Instruksikan Cegah Gafatar

Kamis, 14 Januari 2016 - 01:02 WIB
Dianggap Radikal, Pangdam...
Dianggap Radikal, Pangdam Bukit Barisan Instruksikan Cegah Gafatar
A A A
PADANGSIDIMPUAN - Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung, menginstruksikan kepada seluruh jajaran di wilayahnya yang meliputi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, agar mengidentifikasi keberadaan dan gerakan aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang dianggap sebagai aliran radikal.

“Mulai saat ini, saya instruksikan seluruh jajaran TNI yang ada di bawah Kodam I/ Bukit Barisan, agar mengidentifikasi seluruh kegiatan aliran Gafatar, karena kelompok ini merupakan aliran sesat dan radikal,” ungkapnya kepada Koran SINDO, ketika melakukan kunjungan kerja di Batalyon Infantri 123/Rajawali atau Yonif 123/RW.

Pangdam mengatakan, seluruh Kodim diwajibkan untuk melakukan deradikalisasi untuk mencegah masuknya faham Gafatar.

Menurutnya, cara seperti itu, anggota TNI dapat membentengi masyarakat dan keluarganya untuk terhindar dari faham yang melanggar hukum tersebut.

”Saya sudah wajibkan seluruh kodim yang ada di wilayah hukum Kodam I/Bukit Barisan, agar melakukan deradikalisasi untuk mencegah kegiatan ekstrim faham tersebut,” tuturnya.

Dikatakannya, salah satu tujuan utama kunjungan kerja tersebut, untuk mensosialisasikan kepada seluruh anggota TNI, tentang faham Gafatar yang dianggap salah satu aliran sesat.

Menurutnya, sebagai pangdam, dia mempunyai kewajiban untuk mencegah aliran itu dari dalam kesatuannya sendiri.

”Jadi, kami harus mencegah dari diri kami terlebih dahulu, sebelum ke orang lain, makanya saya datang kesini,” imbuhnya.

Dia mengakui, target dari kelompok tersebut bukan hanya masyarakat awam saja, namun Gafatar juga mempengaruhi kalangan cerdas agar mau bergabung ke aliran mereka baik secara langsung maupun media sosial yang berkembang seperti saat ini.

”Kita semua harus membentengi diri, terutama anggota TNI,” timpalnya. Ditanya tentang keberadaan aliran tersebut di wilayah kerjanya, Lodewyk Pusung memastikan faham tersebut belum ada di wilayah hukum Kodam I/Bukit Barisan.
(sms)
Berita Terkait
Gempar, Pria di Maros...
Gempar, Pria di Maros Minta Izin Presiden Jokowi Buat Aliran Kepercayaan Baru ‘Tilaco’
Antisipasi Munculnya...
Antisipasi Munculnya Aliran Sesat, Kejari Sinjai Gelar Rakor Pakem
PBNU Minta Pemerintah...
PBNU Minta Pemerintah Serius Tangani Aliran Bab Kesucian di Gowa
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 95 Orang, 8 di Antaranya Anak-anak
Heboh Ada Aliran Almahdi...
Heboh Ada Aliran Almahdi di Lampung Utara, Anggota Wajib Setor Uang Bulanan
3 Film tentang Nabi...
3 Film tentang Nabi Palsu, Nomor 2 Terinspirasi Fenomena Aliran Sesat di Indonesia
Berita Terkini
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
57 menit yang lalu
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
1 jam yang lalu
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
8 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
10 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
10 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
10 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved