Sultan Bicara soal Kasus Orang Hilang di Yogya
Senin, 11 Januari 2016 - 15:29 WIB
Sultan Bicara soal Kasus Orang Hilang di Yogya
A
A
A
YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X merasa tidak yakin ada warganya yang hilang misterius karena direkrut pihak tertentu. Raja Keraton Yogyakarta itu melihat tidak mudah orang pergi begitu saja ke luar negeri untuk misi tertentu yang melanggar hukum.
"Saya tidak yakin itu direkrut kelompok tertentu," kata Sultan kepada wartawan seusai menerima tamu dari rombongan Komite Hubungan Luar Negeri Hongaria di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (11/1/2016).
Sultan memberi contoh Dokter Rica yang dikabarkan direkrut kelompok militan. Namun, ternyata sudah pindah ke tempat lain yang identitasnya tidak mau diungkap, dan akhirnya ditemukan. (Baca juga: Polisi Temukan Dokter Rica dan Anaknya).
"Polisi sudah menemukan, tidak di Yogya, tapi ada di tempat lain, pindah tapi tidak mau diungkap, kan ada, enggak direkrut," jelasnya.
Untuk pergi meninggalkan Indonesia, kata Sultan, harus mengurus identitas pada pihak Imigrasi. Sehingga, untuk keluar meninggalkan Indonesia tanpa ada identitas tidaklah mudah.
"Kalau ke luar (negeri) kan butuh paspor, tidak mudah berangkat begitu saja. Kalau dia meninggalkan Indonesia, bisa ditanyakan pada Imigrasi," katanya.
Misal, lanjut Sultan, nama seseorang dari Yogya, tapi tidak tercatat di Imigrasi. Termasuk, kata Sultan, beberapa nama yang dikatakan hilang terekrut pihak tertentu. "Kalau saya enggak yakin ada lima orang terekrut," jelasnya.
"Saya tidak yakin itu direkrut kelompok tertentu," kata Sultan kepada wartawan seusai menerima tamu dari rombongan Komite Hubungan Luar Negeri Hongaria di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (11/1/2016).
Sultan memberi contoh Dokter Rica yang dikabarkan direkrut kelompok militan. Namun, ternyata sudah pindah ke tempat lain yang identitasnya tidak mau diungkap, dan akhirnya ditemukan. (Baca juga: Polisi Temukan Dokter Rica dan Anaknya).
"Polisi sudah menemukan, tidak di Yogya, tapi ada di tempat lain, pindah tapi tidak mau diungkap, kan ada, enggak direkrut," jelasnya.
Untuk pergi meninggalkan Indonesia, kata Sultan, harus mengurus identitas pada pihak Imigrasi. Sehingga, untuk keluar meninggalkan Indonesia tanpa ada identitas tidaklah mudah.
"Kalau ke luar (negeri) kan butuh paspor, tidak mudah berangkat begitu saja. Kalau dia meninggalkan Indonesia, bisa ditanyakan pada Imigrasi," katanya.
Misal, lanjut Sultan, nama seseorang dari Yogya, tapi tidak tercatat di Imigrasi. Termasuk, kata Sultan, beberapa nama yang dikatakan hilang terekrut pihak tertentu. "Kalau saya enggak yakin ada lima orang terekrut," jelasnya.
(zik)