Masyarakat Tak Lagi Percaya dengan Keraton Solo

Jum'at, 08 Januari 2016 - 16:30 WIB
Masyarakat Tak Lagi...
Masyarakat Tak Lagi Percaya dengan Keraton Solo
A A A
SOLO - Gagalnya rekonisiliasi yang dilakukan di tubuh Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) berdampak sangat kompleks di berbagai lini. Bahkan saat ini kepercayaan masyarakat terhadap keraton juga semakin memudar.

Pengamat dari Universitas Sebelas Maret, Tunjung mengatakan rekonsiliasi yang dilakukan sejak beberapa waktu lalu justru menyisakan masalah hingga saat ini.

Menurutnya keraton masih saja terbagi menjadi dua kubu seperti sebelum rekonsiliasi dilakukan. Bahkan perpecahan itu saat ini terus meluas dari tingkatan atas hingga tingkatan yang terbawah.

Tidak adanya arahan yang jelas dari pemerintah membuat permasalahan itu terus ada dan terus terbawa hingga saat ini. Bahkan dampaknya masyarakat saat ini tidak lagi percaya dengan keberadaan pimpinan keraton yang ada saat ini.

"Dampaknya hingga ke arah situ, masyarakat sudah tidak mau lagi ngurusi Keraton lagi karena ujung-ujungnya cuman berebut kekuasaan, tidak mengurus budaya lagi," ujarnya, Jumat (8/1/2016).

Ia mengatakan dalam waktu dekat ini Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Kota Solo harus segera turun tangan menyelesaikan masalah tersebut.

Pemerintah harus kembali melakukan rekonsiliasi terhadap dua kelompok yang berseberangan pendapat. Namun arah rekonsiliasi yang dilakukan dalam waktu dekat ini harus lebih jelas dibandingkan dengan sebelumnya.

Tahapan yang harus dilakukan seperti apa, itu semua harus disiapkan dengan baik agar proses rekonsiliasi berjalan maksimal.

"Zaman kolonial saja, masalah seperti itu sudah terjadi dan kala itu pemerintah kolonial yang melakukan intervensi, nah sekarang tugas pemerintah Republik Indonesia yang mendamaikan mereka agar keberadaan keraton sebagai entitas budaya itu terus ada," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Eny Tyazni Suzana, mengatakan konflik yang terjadi di Keraton itu berdampak buruk di sektor pariwisata.

Saat ini jumlah kunjungan wisatawan asing ke Keraton Solo menurun drastis dibandingkan beberapa tahun yantg lalu. Jika konflik yang terjadi itu tidak teratasi dalam waktu dekat ini, maka kemungkinan besar dampak yang ditimbulkan akan semakin besar.

"Gara-gara konflik yang masih terjadi, masalah kebersihan keraton saja menjadi tidak terurus, nah hal-hal seperti inilah yang membuat wisatawan enggan untuk datang," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Ulama Keraton Solo,...
Ulama Keraton Solo, KRT Pujo Setyonodipuro Tutup Usia
Momen Halalbihalal di...
Momen Halalbihalal di Keraton Solo, 2 Kubu Gelar Acara di Lokasi Berbeda
Pedagang Kaget, Pintu...
Pedagang Kaget, Pintu Alun Alun Utara Keraton Solo Mendadak Digembok
Acara Slametan Awali...
Acara Slametan Awali Pemugaran Pesanggrahan Langenharjo Keraton Solo
Lembaga Dewan Adat Keraton...
Lembaga Dewan Adat Keraton Solo Ganti Nama KGPH Mangkubumi Jadi KGPH Hangabehi
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
2 jam yang lalu
Kemenkes Gelar Investigasi...
Kemenkes Gelar Investigasi Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
2 jam yang lalu
Polisi Dalami Motif...
Polisi Dalami Motif Dokter Muda Loncat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata
2 jam yang lalu
Polisi Pastikan Aktivitas...
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal Buntut Bentrok di Menteng: TNI-Polri Tetap Siaga
4 jam yang lalu
Polisi Tetapkan 7 Tersangka...
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng
5 jam yang lalu
Puslabfor Polri Datangi...
Puslabfor Polri Datangi Klinik Mordent, Olah TKP Lanjutan Kematian Sutrimo
5 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved