Ratusan Warga Blokade Jalan TPST Piyungan

Selasa, 29 Desember 2015 - 14:01 WIB
Ratusan Warga Blokade...
Ratusan Warga Blokade Jalan TPST Piyungan
A A A
BANTUL - Ratusan warga dari lima dusun di seputaran Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan memblokade jalan menuju ke tempat pembuangan sampah terbesar di DIY ini.

Akibatnya, ratusan truk sampah yang akan membuang sampah dari tiga Kabupaten/Kota terpaksa berhenti dan tidak masuk ke dalam TPA.

Maryono, koordinator aksi mengatakan, aksi ini akibat kekecewaan warga sekitar yang tidak lagi diperhatikan oleh pengelola TPST Piyungan.

Dalam setahun terakhir, penyemprotan nyamuk dan lalat oleh pengelola tak lagi dilakukan. Sementara pemberian dana kompensasi setahun Rp75-85 juta untuk pembangunan fasilitas umum bagi masyarakat sekitar dalam dua tahun terakhir tak lagi dipenuhi. "Padahal dampaknya sangat buruk bagi kita," ujarnya, Selasa (29/12/2015).

Maryono mengungkapkan, karena tidak ada lagi penyemprotan lalat dan nyamuk, maka dampak buruk mulai dirasakan.

Warga sudah mulai diserang berbagai penyakit mulai demam berdarah dan juga muntaber. Dalam beberapa bulan terakhir sudah ada tiga orang yang diserang penyakit demam berdarah dan seorang lagi muntaber sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Maryono menambahkan, warga menuntut kepada pengelola untuk segera memenuhi tuntutan mereka.

Warga menginginkan agar penyemprotan nyamuk dan lalat dilakukan sehingga warga tidak diserang penyakit.

Pengelola juga harus memberikan kompensasi Rp75-Rp 85 juta untuk membangun fasilitas umum seperti sarana air bersih dan juga MCK. "Air di sini sudah tercemar limbah TPST. Maka kami perlu sarana air bersih," tambahnya.

Pihaknya sudah dua kali berkomunikasi dengan pihak pengelola. Hanya saja, sampai saat ini tuntutan warga belum juga dipenuhi sehingga aksi demo ini berlangsung.

Warga menyesalkan sikap pengelola TPST yang baru karena tidak memberikan kompensasi apapun ke warga sekitar.

Warga 5 RT dari dua Kecamatan masing-masing Piyungan dan Pleret menuntut kompensasi. Jika tidak, warga dari Dusun Sentulrejo, Bendo, Mendit, Watu Gender, Lengkong akan terus melakukan aksi blokade jalan.

Mereka tidak ingin sampah-sampah dari Kabupaten Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta dibuang ke tempat lain.

Warga ingin ada jaminan tuntutan mereka dipenuhi oleh pengelola karena sangat membahayakan kehidupan warga.

“Kami sekarang tidak tenteram. Nyamuk banyak, lalat bertebaran bikin kami risih, sudah tak nyaman lagi. Datang ke sini (kantor UPT TPST Piyungan), justru jawabannya dido’akan saja nanti lalatnya mati sendiri. Jawaban apa itu,” tukasnya.

Kepala Seksi Persampahan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DIY, Sarjani mengakui sejak setahun terakhir, pengelolaan TPST Piyungan memang beralih dari Kabupaten Bantul melalui Kartamantul ke provinsi. Saat peralihan ini, beberapa hal yang dulu dipenuhi oleh pengelola sebelumnya menjadi hilang dan tidak ada.

Seperti penyemprotan nyamuk dan lalat yang dilakukan dua kali seminggu kini sudah tidak ada lagi. Serta dana kompensasi dana stimulan yang sudah diberikan juga sudah tidak ada.

Sebab, sejak dikelola Pemerintah DIY, alokasi dana tersebut tidak ada. Namun soal tuntutan warga terkait penyemprotan, dia sudah sanggup memenuhinya.

“Kalau dana kompensasi kemungkinan tidak ada, karena yang menerima ternyata selama ini tidak banyak. Padahal, yang merasakan dampaknya cukup banyak,” ujarnya.
(sms)
Berita Terkait
Masyarakat Sintang Protes...
Masyarakat Sintang Protes dengan Angkut 4 Truk Sampah ke Kantor Bupati dan DPRD
Peduli Banjir, Baznas...
Peduli Banjir, Baznas BAZIS DKI Lakukan Aksi Bersih Bareng Warga
Kasus Penumpukan Sampah...
Kasus Penumpukan Sampah yang Mengganggu Warga
Pembuangan ke Sarimukti...
Pembuangan ke Sarimukti Terkendala, Tumpukan Sampah Terjadi di Semua TPS
Aksi Buang Sampah ke...
Aksi Buang Sampah ke Kantor Wali Kota Tangsel, Pengamat: Tata Kelola Sampah Amburadul
Aksi Nyata Perindo Bersih-bersih...
Aksi Nyata Perindo Bersih-bersih Pantai di Bali, Warga Berharap Terus Berlanjut di Lokasi Berbeda
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
32 menit yang lalu
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Jalan Medan Merdeka Timur Macet
43 menit yang lalu
Sukseskan MBG, Aliansi...
Sukseskan MBG, Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 Luncurkan Gerakan Minum Susu
47 menit yang lalu
389 Personel Polisi...
389 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Konser Akbar Monas 2026
1 jam yang lalu
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
1 jam yang lalu
Rano Karno: Jakarta...
Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Tempat Masyarakat Bebas Berdiskusi Tanpa Rasa Takut
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved