Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ilmuwan Indonesia yang Mendunia

Selasa, 22 Desember 2015 - 07:30 WIB
Josaphat Tetuko Sri...
Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ilmuwan Indonesia yang Mendunia
A A A
SEMARANG - Indonesia memiliki segudang ilmuwan yang sudah diketahui dunia. Namun, tidak semua prestasinya diketahui masyarakat di dalam negeri sendiri. Di antara ilmuwan itu, tersebutlah nama Prof Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D.

Siapa sangka, Prof Josh, begitu dia akrab disapa, memiliki prestasi yang luar biasa. Dia merupakan penemu radar satelit, pengamatan satelit, pengamatan bumi berbasis microwave remote sensing dan mobile satelite communications, dan pemilik paten di 118 negara.

Tak hanya itu, Prof Josh juga merupakan penemu Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar untuk pesawat tanpa awak, pesawat berawak, dan microsatelite.

Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) pun mengapresiasi prestasi tersebut dengan memberikan piagam dan medali penghargaan kepada Prof Josh.

"Kita mengapresiasi prestasi yang telah dilakukan Prof Josh. Prestasi ini masuk di bidang teknologi," ucap Direktur Utama Leprid Paulus Pangka kepada KORAN SINDO JATENG.

Paulus Pangka mengungkapkan, karya terbaru Prof Josh adalah Circulary Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR), sensor yang bisa dipasang pada pesawat tanpa awak (drone terbesar) bernama Josaphat Experimental Aircraft JX-1 dan microsatellite untuk monitoring permukaan bumi di masa depan.

"Sensor buatannya mampu menembus awan, kabut, asap, bahkan kelebatan hutan, serta tidak terganggu oleh pengaruh Faraday rotation di lapisan ionosfer dan perubahan posisi platform satellite," jelasnya.

Penemuan Prof Josh ini telah diakui oleh Jepang sebagai negara yang terkenal dengan perkembangan teknologinya.

Ketika berumur 34 tahun, masih dengan status WNI-nya, Prof. Josh menjadi Pegawai Negeri Pemerintah Jepang dengan posisi Associate Professor (permanent) di Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang.

Tidak hanya di Jepang, dia juga menjadi profesor/dosen tamu, reviewer, examiner, dan evaluator sejumlah instansi dan universitas di beberapa negara seperti Perancis, Korea, Cina, Iran, Mongol, Kenya, Bangladesh, Yordania, Mesir, dan Indonesia.

Selain itu, Prof Josh merupakan Pendiri Yayasan Pandhito Panji Foundation (PPF). Yayasan ini terdiri dari Pusat Penelitian Remote Sensing (RSRC), Pusat Penelitian Pendidikan (ERC), dan Pusat Penelitian Seni Rupa (ARC).

Penghargaan Leprid dirasa sangat pantas diberikan kepada Prof Josh karena kemampuannya yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

"Prof Josh merupakan insan Indonesia yang layak diberikan penghargaan. Temuan-temuannya membuktikan bahwa Indonesia bukan negara kelas bawah, Indonesia itu luar biasa," ujar Paulus Pangka.

Sementara, Prof Josh mengaku sangat bangga mendapat apresiasi dari lembaga yang independen, dan baru seperti Leprid ini yang mengapresiasi prestasinya.

"Semoga prestasi ini bisa mendorong orang Indonesia di Jepang dan negara lain untuk mencatat prestasi mereka di Leprid," imbuh pria kelahiran Bandung ini.

Dia berharap, raihan prestasi ini senantiasa menjadi inspirasi yang dapat dikenang selama-lamanya.
(zik)
Berita Terkait
Cerita Inspiratif Albis...
Cerita Inspiratif Albis Group Bertahan Hadapi Ketatnya Persaingan Industri Fashion
Peluang di Tengah Pandemi...
Peluang di Tengah Pandemi dan Rekrut Karyawan Terkena PHK
Kisah Inspiratif Polisi...
Kisah Inspiratif Polisi Bripka Rosudin Kosnadi Jualan Es Jagung, Sehari Raup Rp900.000
Inspiratif, Anggota...
Inspiratif, Anggota Babinsa Kodim Pekalongan Ini Sukses Ternak Kelinci Hias
Menginspirasi lewat...
Menginspirasi lewat Buku Bertumbuh Bermimpi
Green Nitrogen Luncurkan...
Green Nitrogen Luncurkan Dua Produk Unggulan Hadapi Covid-19
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
7 menit yang lalu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
26 menit yang lalu
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
1 jam yang lalu
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
2 jam yang lalu
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
3 jam yang lalu
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved