Sulitnya Membeli Amplop Jelang Pilkada

Rabu, 09 Desember 2015 - 03:01 WIB
Sulitnya Membeli Amplop...
Sulitnya Membeli Amplop Jelang Pilkada
A A A
PASURUAN - Entah ada hubungannya atau tidak dengan pelaksanaan pilkada, dalam beberapa hari terakhir ini sulit mendapatkan dan membeli amplop di toko di daerah Pasuruan, Jawa Timur.

Para penjual mengaku stok amplop ukuran kecil hingga sedang, kerap ludes diborong pembeli. Mereka pun mengaku senang barang dagangannya laku keras.

"Stok amplop kosong. Kalaupun ada, langsung diborong pembeli," ujar seorang pedagang kelontong di Jalan Slagah, Kota Pasuruan, Selasa (8/12/2015).

Amplop dan praktik money politics atau politik uang tentu sangat berkait erat. Sejumlah uang diberikan kepada calon pemilih, selalu dibungkus dengan amplop.

Dengan jumlah pemilih sebanyak 142.948, kebutuhan amplop untuk praktik haram tersebut bisa mencapai 100.000 amplop.

"Saya sudah mendatangi beberapa toko besar, tidak ada stok amplop. Sudah habis sejak beberapa hari lalu," ujar Hilmi, seorang warga Jalan Mawar.

Selain terkurasnya stok amplop, para pemilik jasa fotokopi juga ketiban rezeki nomplok. Para pengguna jasa fotokopi ini bahkan rela membayar dua kali lipat untuk dokumen KTP yang digandakannya.

Pengguna jasa ini meminta kepada pemilik toko untuk mengerjakan borongan fotokopi KTP ini pada malam hari setelah toko ditutup. Mereka tidak ingin order fotokopi KTP yang diduga untuk keperluan data politik uang ini diketahui orang lain.

"Saya senang saja mengerjakan fotokopi KTP pada malam hari setelah toko tutup. Apalagi mereka menawarkan ongkos dua kali lipat harga normal," ujar seorang pemilik fotokopi di Jalan Wahidin Kota Pasuruan.

Anggota Panitia Pengawas (Panwas) Kota Pasuruan Tuji Hartono menyatakan, untuk mencegah praktik politik uang ini pihaknya telah meningkatkan kinerja petugas pengawasan lapangan. Para petugas ini tidak akan segan menangkap pelaku yang terbukti membagikan uang kepada masyarakat.

"Potensi money politics bisa terjadi kapan saja. Tetapi kami sudah berupaya untuk mencegah terjadinya money politics tersebut. Kami juga meminta masyarakat untuk melapor jika menemukan praktik money politics," kata Tuji Hartono.
(zik)
Berita Terkait
Usai Diundi, Gus Ipul...
Usai Diundi, Gus Ipul Nomer Urut 1 dan Raharto Teno Prasetyo 2
Tak Jadi Dukung Ahmad...
Tak Jadi Dukung Ahmad Dhani, Gerindra Berubah Haluan Usung Petahana
Koalisi Semut Dukung...
Koalisi Semut Dukung Teno-Hasjim Siap Kalahkan Gajah di Pilwakot Pasuruan
Calon Wali Kota Pasuruan...
Calon Wali Kota Pasuruan yang Diusung Perindo, Resmi Mendaftar
Menang Telak di Pilkada...
Menang Telak di Pilkada Kota Pasuruan, Gus Ipul: Tunggu Hasil Resmi KPU
Maju Pilkada Pasuruan,...
Maju Pilkada Pasuruan, Gus Ipul Terganjal Peraturan KPU
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
58 menit yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
4 jam yang lalu
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
5 jam yang lalu
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
6 jam yang lalu
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
6 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru Libur...
Jadwal Terbaru Libur Sekolah Jelang Lebaran 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved