Ini Kata Ahok Soal Anggaran Rp1,88 Triliun
Minggu, 29 November 2015 - 21:24 WIB
Ini Kata Ahok Soal Anggaran Rp1,88 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku berterima kasih kepada DPRD lantaran telah menyewa jasa auditor independensi untuk memeriksa postur KUA-PPAS hingga menemukan anggaran tanpa kegiatan Rp1,88 triliun.
Dia pun tidak menampik dan menyatakan anggaran tersebut sudah di-scaning serta diperbaiki dalam pembahasan internal eksekutif saat ini.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku tidak berniat untuk memperlambat, namun dirinya memerlukan anggaran tambahan untuk pembangunan. Maka itu, dia memangkas anggaran sosialisasi, termasuk kegiatan yang tidak bermanfaat dan dialokasikan ke pembangunan, seperti kegiatan Kabupaten Pulau seribu yang menyewa kapal hingga Rp11 juta sekali jalan.
"Kami butuh bangun Rusunawa tambahan sekitar Rp1,7 triliun. Daripada menargetkan pendapatan, mendingan sisir uang sosialisasi peningkatan pemahaman terus yang saling tumpang tindih SKPD," kata Ahok di Jakarta, Minggu 29 November 2015.
Dia menjelaskan, proses penyisiran kegiatan dalam KUA-PPAS yang dilakukan eksekutif saat ini sudah mencapai 90%. Menurutnya, hasil penyisiran tersebut akan dikirimkan ke DPRD DKI pada Senin 30 November 2015 besok agar kembali dibahas dalam Banggar.
"Tidak ada mengarah ke Pergub (Peraturan Gubernur). Ini murni agar anggaran 2016 lebih baik," katanya.
PILIHAN:
Transjakarta Tabrak Motor Supra di Mekarsari
Dia pun tidak menampik dan menyatakan anggaran tersebut sudah di-scaning serta diperbaiki dalam pembahasan internal eksekutif saat ini.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku tidak berniat untuk memperlambat, namun dirinya memerlukan anggaran tambahan untuk pembangunan. Maka itu, dia memangkas anggaran sosialisasi, termasuk kegiatan yang tidak bermanfaat dan dialokasikan ke pembangunan, seperti kegiatan Kabupaten Pulau seribu yang menyewa kapal hingga Rp11 juta sekali jalan.
"Kami butuh bangun Rusunawa tambahan sekitar Rp1,7 triliun. Daripada menargetkan pendapatan, mendingan sisir uang sosialisasi peningkatan pemahaman terus yang saling tumpang tindih SKPD," kata Ahok di Jakarta, Minggu 29 November 2015.
Dia menjelaskan, proses penyisiran kegiatan dalam KUA-PPAS yang dilakukan eksekutif saat ini sudah mencapai 90%. Menurutnya, hasil penyisiran tersebut akan dikirimkan ke DPRD DKI pada Senin 30 November 2015 besok agar kembali dibahas dalam Banggar.
"Tidak ada mengarah ke Pergub (Peraturan Gubernur). Ini murni agar anggaran 2016 lebih baik," katanya.
PILIHAN:
Transjakarta Tabrak Motor Supra di Mekarsari
(mhd)