Larang Jual Kondom, Pemkab Luwu Siap Razia Toko

Selasa, 24 November 2015 - 14:12 WIB
Larang Jual Kondom,...
Larang Jual Kondom, Pemkab Luwu Siap Razia Toko
A A A
BELOPA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu mengeluarkan kebijakan larangan penjualan alat kontrasepsi seperti kondom secara bebas di minimarket.

Kepada KORAN SINDO, Bupati Luwu HA Mudzakkar, menjelaskan peredaran penjualan kondom di Kabupaten Luwu sudah cukup meresahkan dan digunakan oleh oknum tertentu yang tidak mestinya menggunakan.

"Dampak penjualan kondom secara bebas sudah cukup meresahkan, untuk itu, saya telah mengambil kebijakan melarang penjualan kondom di minimarket seperti toko obat," ujar Mudzakkar, Selasa, (24/11/2015) .
Menurut putera tokoh karismatik Tana Luwu, Kahar Mudzakkar ini, dia akan memberi waktu selama tujuh hari kepada minimarket untuk menarik seluruh kondom dari tokonya sebelum dilakukan razia.

"Setelah tujuh hari, petugas kita akan turun merazia, jika masih didapati maka perpanjangan izin usaha minimarket tersebut akan dipertimbangkan," katanya.

Selain kondom, pada kesempatan kemarin, Mudzakkar juga meminta kepada seluruh pemilik apotek agar selektif dalam melayani pembelian obat daftar G di Kabupaten Luwu.

"Saya tidak ingin kejadian di kota lain juga terjadi di Luwu, dari itu, Kepala Dinas Kesehatan sudah saya perintahkan, kumpulkan seluruh pemilik apotek, warning mereka dan buatkan perjanjian," timpalnya.

Dari hasil razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) baru-baru ini menemukan sejumlah pasangan mesum di hotel dan penginapan disertai dengan kondom.

"Pasangan mesum muda-mudi anak sekolah, mereka rata-rata menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom, ini sudah kami laporkan ke Bupati Luwu," kata Kasatpol PP, Andi B Tenriesa, secara terpisah.
(sms)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved