Keroyok Keponakan, Pengusaha Batu Bata Ditangkap Polisi

Senin, 23 November 2015 - 11:00 WIB
Keroyok Keponakan, Pengusaha...
Keroyok Keponakan, Pengusaha Batu Bata Ditangkap Polisi
A A A
TULUNGAGUNG - Sugeng Pribadi (45) pengusaha batu bata asal Desa Karangsari, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung ditangkap polisi.

Ia dilaporkan melakukan tindak penganiayaan oleh Agung Wahyudi (22) warga Desa Ariyojeding, Kecamatan Rejotangan yang tak lain keponakanya sendiri.

Akibat perbuatan kasarnya, Agung mengalami luka robek pada bagian bibir, hidung, pelipis dan bagian belakang kepala.

Menurut keterangan Kapolsek Rejotangan AKP Alpho Gohan, penganiyaan itu dilakukan bersama Jamin Kurniawan (37) pekerjanya asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. "Kedua terlapor sudah ditangkap," ujar Alpho kepada wartawan.

Aksi kekerasan itu berawal dari buah pisang dan kelapa. Korban yang hendak mengunduh pisang dan kelapa melihat pelaku Sugeng telah mengambilnya terlebih dahulu. Padahal tanaman tersebut tumbuh di kebun milik almarhum orang tua korban.

Adu mulut pun tak terelakkan. Korban yang sudah gregetan juga mengungkit usaha batu bata milik pelaku yang berada di lahan milik orang tua korban.

Sebab beberapa kali diingatkan untuk memindahkan usahanya terlapor memilih bersikap cuek tidak mendengarkan. "Karena saking marahnya korban diam-diam merobohkan susunan batu bata milik terlapor," terang Alpho.

Melihat hasil pekerjaanya telah dirusak, Sugeng naik pitam. Bersama beberapa teman dan pekerjanya ia mendatangi rumah korban.

Melihat itu korban ketakutan. Ia berusaha kabur dengan menyelinap, namun diketahui dan tertangkap. Korban dihakimi ramai-ramai.

Tidak puas dengan bogem mentah, Sugeng menghantamkan batu bata ke bagian kepala korban. Terbawa situasi panas Jamin ikut ikutan menyarangkan pukulan.

Menurut Alpho kedua pelaku ditangkap selang satu jam dari aksi penganiayaan yang dilakukan. Saat ini aparat kepolisian masih mengembangkan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dilapangan.

"Dalam kasus ini kedua terlapor dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara," pungkasnya.

Sementara Agung mengaku tidak menyangka kalau bakal dikeroyok ramai ramai. Hal itu mengingat dirinya dengan terlapor masih kerabat dekat. "Dalam masalah ini kami menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Keroyok Petugas Tol...
Keroyok Petugas Tol saat Antar Jenazah, Empat Pria Diamankan Polisi
Kasus Pengeroyokan Remaja...
Kasus Pengeroyokan Remaja di Dalam Warnet Berujung Damai
Pemuda di Makassar Dikeroyok...
Pemuda di Makassar Dikeroyok 5 Bersaudara Hingga Jarinya Putus
Sopir di Makassar Dikeroyok...
Sopir di Makassar Dikeroyok Karena Dituduh jadi Informan Polisi
Warga Bajoe Diduga Jadi...
Warga Bajoe Diduga Jadi Korban Pengeroyokan 3 Oknum TNI
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan...
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan Relawan Ganjar-Mahfud oleh Oknum TNI di Boyolali
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
32 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
52 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Mahasiswi ITB Ditangkap...
Mahasiswi ITB Ditangkap Gara-gara Meme Prabowo dan Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved