Ketua DPRD DKI: Biar Masyarakat Nilai, Siapa yang Menghambat
Senin, 23 November 2015 - 21:18 WIB
Ketua DPRD DKI: Biar Masyarakat Nilai, Siapa yang Menghambat
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPRD DKI sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) Prasetio Edi Marsudi menyesalkan adanya perubahan KUA-PPAS yang dilakukan tanpa sepengetahuan Banggar.
Padahal KUA-PPAS itu merupakan finalisasi usulan rencana kegiatan yang sudah melewati proses evaluasi ditubuh internal Pemprov DKI.
Untuk itu, lanjut Pras, Banggar tidak akan melanjutkan pembahasan sampai adanya surat permohonan dari eksekutif mengenai perubahan yang dilakukan secara internal saat KUA-PPAS.
Sebab, apabila diteruskan, ditakutkan DPRD disalahkan kembali oleh eksekutif dan berujung pada Peraturan Gubernur (Pergub) seperti apa yang terjadi pada 2015 ini.
"Setelah dicek lagi, banyak uang rakyat yang dinilai pemborosan. Kami sudah terang benderang. SKPD semuanya main," katanya kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Senin (23/11/2015).
"Jadi silahkan masyarakat menilai sendiri siapa yang menghambat. Kami akan kembali membahas apabila surat perubahan dari eksekutif sudah kami terima," ujarnya.
PILIHAN:
ABG Tangerang Diperkosa Montir di Taman Royal
Resahkan Pedagang Kue Subuh, 7 Preman Senen Ditangkap
Padahal KUA-PPAS itu merupakan finalisasi usulan rencana kegiatan yang sudah melewati proses evaluasi ditubuh internal Pemprov DKI.
Untuk itu, lanjut Pras, Banggar tidak akan melanjutkan pembahasan sampai adanya surat permohonan dari eksekutif mengenai perubahan yang dilakukan secara internal saat KUA-PPAS.
Sebab, apabila diteruskan, ditakutkan DPRD disalahkan kembali oleh eksekutif dan berujung pada Peraturan Gubernur (Pergub) seperti apa yang terjadi pada 2015 ini.
"Setelah dicek lagi, banyak uang rakyat yang dinilai pemborosan. Kami sudah terang benderang. SKPD semuanya main," katanya kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Senin (23/11/2015).
"Jadi silahkan masyarakat menilai sendiri siapa yang menghambat. Kami akan kembali membahas apabila surat perubahan dari eksekutif sudah kami terima," ujarnya.
PILIHAN:
ABG Tangerang Diperkosa Montir di Taman Royal
Resahkan Pedagang Kue Subuh, 7 Preman Senen Ditangkap
(ysw)