Batal Teken MoU KUA-PPAS, DKI Lupa Coret Kegiatan Ini
Senin, 23 November 2015 - 20:17 WIB
Batal Teken MoU KUA-PPAS, DKI Lupa Coret Kegiatan Ini
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui banyak kegiatan yang diusulkan oleh Satuan/ Unit Kerja Perangkat Daerah (SKPD/UKPD) melenceng. Ada beberapa kegiatan yag terpaksa dicoret dengan alasan penajaman azas manfaat.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, pembahasan KUA-PPAS dengan Banggar terpaksa dihentikan lantaran ada sejumlah kegiatan di SKPD/UKPD yang perlu ditajamkan.
"Isinya sekarang lagi kita korek. Kita ingin menggenjot azas manfaatnya ke masyarakat. SKPD khususnya eselon II belum membaca RPJMD secara detail, A-z tujannya apa, outputnya apa, out come-nya apa, jangan perintah eselon III susun, eselon III nyuruh eselon IV susun, eselon IV nyuruh staf, ya seperti ini jadinya, banyak pemborosan," kata Syaefullah di Balai Kota, Senin (23/11/2015).
Syaefullah menuturkan, saat ini pihaknya belum dapat merincikan postur anggaran secara jelas lantaran masih dalam proses penajaman program di tubuh internal Pemprov DKI.
Sementara ini, kata dia, pihaknya telah mematikan kegiatan-kegiatan sosialisasi, sewa gedung, sound system dan sebagainya. Termasuk semua event yang bersifat hura-hura. Angggaran kegiatan yang dimatikan tersebut dialokasikan ke dalam prioritas sesuai RPJMD.
Sambil menunggu proses penajaman program, lanjut Syaefullah, pihaknya akan mengirimkan surat kepada Banggar yang berisi jika ada perubahan KUA-PPAS dengan alasan efisiensi anggaran.
"SKPD tidak teliti. Kami harap pengesahan APBD tetap sesuai jadwal 30 November karena kami akan segera mengirimkan surat adanya perubahan di tubuh internal eksekutif ke Banggar," jelasnya.
PILIHAN:
ABG Tangerang Diperkosa Montir di Taman Royal
Resahkan Pedagang Kue Subuh, 7 Preman Senen Ditangkap
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, pembahasan KUA-PPAS dengan Banggar terpaksa dihentikan lantaran ada sejumlah kegiatan di SKPD/UKPD yang perlu ditajamkan.
"Isinya sekarang lagi kita korek. Kita ingin menggenjot azas manfaatnya ke masyarakat. SKPD khususnya eselon II belum membaca RPJMD secara detail, A-z tujannya apa, outputnya apa, out come-nya apa, jangan perintah eselon III susun, eselon III nyuruh eselon IV susun, eselon IV nyuruh staf, ya seperti ini jadinya, banyak pemborosan," kata Syaefullah di Balai Kota, Senin (23/11/2015).
Syaefullah menuturkan, saat ini pihaknya belum dapat merincikan postur anggaran secara jelas lantaran masih dalam proses penajaman program di tubuh internal Pemprov DKI.
Sementara ini, kata dia, pihaknya telah mematikan kegiatan-kegiatan sosialisasi, sewa gedung, sound system dan sebagainya. Termasuk semua event yang bersifat hura-hura. Angggaran kegiatan yang dimatikan tersebut dialokasikan ke dalam prioritas sesuai RPJMD.
Sambil menunggu proses penajaman program, lanjut Syaefullah, pihaknya akan mengirimkan surat kepada Banggar yang berisi jika ada perubahan KUA-PPAS dengan alasan efisiensi anggaran.
"SKPD tidak teliti. Kami harap pengesahan APBD tetap sesuai jadwal 30 November karena kami akan segera mengirimkan surat adanya perubahan di tubuh internal eksekutif ke Banggar," jelasnya.
PILIHAN:
ABG Tangerang Diperkosa Montir di Taman Royal
Resahkan Pedagang Kue Subuh, 7 Preman Senen Ditangkap
(ysw)