Hotman Berharap Saksi dari Jaksa Ungkap Pembunuhan Angeline
Selasa, 03 November 2015 - 10:35 WIB
Hotman Berharap Saksi dari Jaksa Ungkap Pembunuhan Angeline
A
A
A
DENPASAR - Hotman Paris berharap dengan hadirnya empat saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan mengungkap kejadian sebenarnya.
Seperti diketahui bahwa sidang kali ini agendanya pihak JPU akan menghadirkan empat saksi. Yaitu dua dari pihak penyidik, dan dua orang lagi mantan anak kos Margareta Susiani dan Handono.
"Harapan saya pada sidang kali ini semakin terungkap kasus pembunuhan adek kita Angeline ," jelasnya, di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (3/11/2015).
Sebelumnya sempat mencuat bahwa pada 15 Mei 2015 sebelum Angeline dikabarkan menghilang, Agus mengadu kepada Susiani bahwa korban telah dipukul Margareta.
"Dia (Agus) pada 15 Mei itu ngobrol dengan para saksi, dia mengatakan kasihan melihat Angeline karena sering dipukuli oleh ibu angkatnya itu. Sekarang kita lihat nanti bagaimana kesaksian bu Susiani dan pak Handono," sebutnya.
Bocah kelas II SD itu dikabarkan menghilang pada 16 Mei 2015 di rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar. Setelah bermingu-minggu menghilang korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan dirumahnya sendiri pada 10 Juni 2015.
Seperti diketahui bahwa sidang kali ini agendanya pihak JPU akan menghadirkan empat saksi. Yaitu dua dari pihak penyidik, dan dua orang lagi mantan anak kos Margareta Susiani dan Handono.
"Harapan saya pada sidang kali ini semakin terungkap kasus pembunuhan adek kita Angeline ," jelasnya, di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (3/11/2015).
Sebelumnya sempat mencuat bahwa pada 15 Mei 2015 sebelum Angeline dikabarkan menghilang, Agus mengadu kepada Susiani bahwa korban telah dipukul Margareta.
"Dia (Agus) pada 15 Mei itu ngobrol dengan para saksi, dia mengatakan kasihan melihat Angeline karena sering dipukuli oleh ibu angkatnya itu. Sekarang kita lihat nanti bagaimana kesaksian bu Susiani dan pak Handono," sebutnya.
Bocah kelas II SD itu dikabarkan menghilang pada 16 Mei 2015 di rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar. Setelah bermingu-minggu menghilang korban ditemukan dalam keadaan mengenaskan dirumahnya sendiri pada 10 Juni 2015.
(nag)