Blusukan, Disdik Temui 30 Ribu Warga Depok Tak Miliki Ijazah
Selasa, 03 November 2015 - 00:33 WIB
Blusukan, Disdik Temui 30 Ribu Warga Depok Tak Miliki Ijazah
A
A
A
DEPOK - Tidak sedikit masyarakat yang keasyikan menikmati gaji besar dan bekerja dibanding memikirkan ijazah serta menuntaskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal, ijazah sesuatu hal yang penting guna meningkatkan karir mereka di tempatnya bekerja.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila. Kata dia, tidak sedikit masyarakat Depok melakukan hal tersebut.
"Jangan sebatas ijazah SMP saja merasa sudah cukup, mereka kan harus meningkatkan karirnya. Misalnya satpam atau office boy, paling tidak nanti tak akan seumur hidup jadi office boy dan satpam," kata Herry di Depok, Senin 2 November 2015.
Jika sudah lewat batas usia sekolah, mau tidak mau mereka harus mengikuti program kejar paket. Sedangkan seseorang yang belum menuntaskan kuliahnya, harus melanjutkan studinya agar mendapatkan ijazah sarjana.
"Seperti di Depok, angka putus sekolah kecil, yang masih besar itu banyak warga belum punya ijazah masih diangka 30 ribuan warga belum punya ijazah di seluruh Depok," kata Herry.
Kata Herry, Disdik Depok akan mengejar penuntasan program tersebut dalam dua tahun. Caranya, lanjut dia, dengan blusukan ke berbagai wilayah menjaring mereka yang belum berijazah.
"Caranya saya dengan wali kota blusukan, ke terminal, pasar, mal. Lalu peran ketua RT/RW, data kembali warga yang belum punya ijazah," katanya.
Namun dari sejumlah warga yang terjaring, Herry mengungkapkan, banyak dari mereka yang masih semangat untuk melanjutkan belajarnya.
"Kemarin saya ke Kecamatan Sukmajaya, ada warga usia 52 tahun tak punya ijazah SD. Saya tanya ibu-ibu itu motivasinya ingin belajar lagi, semangatnya Back To School. Ada juga warga yang tak dapat ijazah paket C tapi dibekali pelatihan yakni paket C plus dengan keterampilan," paparnya.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila. Kata dia, tidak sedikit masyarakat Depok melakukan hal tersebut.
"Jangan sebatas ijazah SMP saja merasa sudah cukup, mereka kan harus meningkatkan karirnya. Misalnya satpam atau office boy, paling tidak nanti tak akan seumur hidup jadi office boy dan satpam," kata Herry di Depok, Senin 2 November 2015.
Jika sudah lewat batas usia sekolah, mau tidak mau mereka harus mengikuti program kejar paket. Sedangkan seseorang yang belum menuntaskan kuliahnya, harus melanjutkan studinya agar mendapatkan ijazah sarjana.
"Seperti di Depok, angka putus sekolah kecil, yang masih besar itu banyak warga belum punya ijazah masih diangka 30 ribuan warga belum punya ijazah di seluruh Depok," kata Herry.
Kata Herry, Disdik Depok akan mengejar penuntasan program tersebut dalam dua tahun. Caranya, lanjut dia, dengan blusukan ke berbagai wilayah menjaring mereka yang belum berijazah.
"Caranya saya dengan wali kota blusukan, ke terminal, pasar, mal. Lalu peran ketua RT/RW, data kembali warga yang belum punya ijazah," katanya.
Namun dari sejumlah warga yang terjaring, Herry mengungkapkan, banyak dari mereka yang masih semangat untuk melanjutkan belajarnya.
"Kemarin saya ke Kecamatan Sukmajaya, ada warga usia 52 tahun tak punya ijazah SD. Saya tanya ibu-ibu itu motivasinya ingin belajar lagi, semangatnya Back To School. Ada juga warga yang tak dapat ijazah paket C tapi dibekali pelatihan yakni paket C plus dengan keterampilan," paparnya.
(mhd)