Surat Tak Digubris, Ahok Tuding BPK DKI Tendensius
Senin, 02 November 2015 - 15:53 WIB
Surat Tak Digubris, Ahok Tuding BPK DKI Tendensius
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal pembelian lahan di Rumah Sakit Sumber Waras tendensius. Karena, Ahok pernah mengirimi surat kepada Majelis Kehormatan Kode Etik BPK DKI namun hingga kini belum juga ada tanggapannya.
"Saya (Ahok) sudah kirim surat lama kepada majelis kehormatan (BPK DKI), enggak dipanggil, enggak diproses," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).
Selain itu, kata Ahok, BPK Kepulauan Bangka Belitung juga pernah mengancam adiknya, Basuri Tjahaja Purnama yang juga Bupati Belitung Timur itu agar tidak banyak bacot. Karena, kalau tidak BPK akan "mengincarnya".
"Adik saya (Basuri Tjahaja Purnama) diproses, terus (BPK) bilang sama adik saya, diam-diamlah tidak usah ngomong kayak abang kamu (Ahok) begitu loh," ungkap Ahok.
Ahok mengklaim mempunyai bukti ancaman itu. Maka itu, dia meyakini ada oknum di BPK yang tidak suka dengannya.
"Saya (Ahok) punya bukti, adik saya dari WDP (wajar dengan pengecualian) jadi tidak wajar, saya punya bukti semua, buku satu ditukar, buku dua tiga nggak ditukar, jadi saya berani katakan ada oknum BPK tendensius nyerang saya dan adik saya yang Bupati Belitung Timur," kata Ahok.
"Sudah ada buktinya, ada suratnya, ada indikasinya, boleh enggak diaudit ulang? Enggak ada, kita punya video-nya lengkap dia tuker buku, buku satu ditukar, dua tiga enggak ditukar, dari WDP jadi tidak wajar. Laporan dia yang September terbit, bukunya BPK, masih mencantumkan ada dua kabupaten, salah satunya Belitung Timur dari WDP jadi tidak wajar," jelasnya.
"Padahal tukar bukunya dua tiga enggak ditukar untuk bisa bikin buku satu, harus tiga dahulu, dua dahulu, satu dahulu, jadi secara prinsip audit, sudah enggak betul," tuturnya.
Namun Ahok mengaku adiknya tidak seperti dirinya yang lantang berbicara mengenai badan audit tersebut. (Baca: KPK Dalami Laporan Haji Lulung Cs)
"Saya pikir ya sudah, cuma adik saya orangnya diam saja. Cuma saya punya bukti, ada fotokopi semua lengkap, makanya saya katakan ada oknum di BPK tendensius ada politik, Sumber Waras salahnya dimana? Mari kita buktikan, buktinya KPK minta dia investigasinya lengkap, audit investigasi, 60 hari enggak bisa, minta tambah 20 hari, artinya apa, enggak ketemu dong," tegasnya.
PILIHAN:
Tukang Ngintip Ditemukan Tewas di Plafon Tetangga
Ini Mimpi Ahok untuk Jakarta 70 Tahun Mendatang
"Saya (Ahok) sudah kirim surat lama kepada majelis kehormatan (BPK DKI), enggak dipanggil, enggak diproses," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).
Selain itu, kata Ahok, BPK Kepulauan Bangka Belitung juga pernah mengancam adiknya, Basuri Tjahaja Purnama yang juga Bupati Belitung Timur itu agar tidak banyak bacot. Karena, kalau tidak BPK akan "mengincarnya".
"Adik saya (Basuri Tjahaja Purnama) diproses, terus (BPK) bilang sama adik saya, diam-diamlah tidak usah ngomong kayak abang kamu (Ahok) begitu loh," ungkap Ahok.
Ahok mengklaim mempunyai bukti ancaman itu. Maka itu, dia meyakini ada oknum di BPK yang tidak suka dengannya.
"Saya (Ahok) punya bukti, adik saya dari WDP (wajar dengan pengecualian) jadi tidak wajar, saya punya bukti semua, buku satu ditukar, buku dua tiga nggak ditukar, jadi saya berani katakan ada oknum BPK tendensius nyerang saya dan adik saya yang Bupati Belitung Timur," kata Ahok.
"Sudah ada buktinya, ada suratnya, ada indikasinya, boleh enggak diaudit ulang? Enggak ada, kita punya video-nya lengkap dia tuker buku, buku satu ditukar, dua tiga enggak ditukar, dari WDP jadi tidak wajar. Laporan dia yang September terbit, bukunya BPK, masih mencantumkan ada dua kabupaten, salah satunya Belitung Timur dari WDP jadi tidak wajar," jelasnya.
"Padahal tukar bukunya dua tiga enggak ditukar untuk bisa bikin buku satu, harus tiga dahulu, dua dahulu, satu dahulu, jadi secara prinsip audit, sudah enggak betul," tuturnya.
Namun Ahok mengaku adiknya tidak seperti dirinya yang lantang berbicara mengenai badan audit tersebut. (Baca: KPK Dalami Laporan Haji Lulung Cs)
"Saya pikir ya sudah, cuma adik saya orangnya diam saja. Cuma saya punya bukti, ada fotokopi semua lengkap, makanya saya katakan ada oknum di BPK tendensius ada politik, Sumber Waras salahnya dimana? Mari kita buktikan, buktinya KPK minta dia investigasinya lengkap, audit investigasi, 60 hari enggak bisa, minta tambah 20 hari, artinya apa, enggak ketemu dong," tegasnya.
PILIHAN:
Tukang Ngintip Ditemukan Tewas di Plafon Tetangga
Ini Mimpi Ahok untuk Jakarta 70 Tahun Mendatang
(mhd)