Dilaporkan ke KPK, Ahok: DPRD Lebih Hebat dari BPK Ternyata!
Jum'at, 30 Oktober 2015 - 16:10 WIB
Dilaporkan ke KPK, Ahok: DPRD Lebih Hebat dari BPK Ternyata!
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mempermasalahkan pelaporan panitia khusus (pansus) LHP BPK tahun 2014 ke KPK. Namun Ahok mencium upaya politis dari Pansus LHP.
"Saya kira enggak apa-apa. Menurut saya itu Pansus yang terlalu politik," tukas Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015).
Ahok merasa aneh dengan pelaporan tersebut. Pasalnya BPK RI khususnya DKI Jakarta mengaku masih memperpanjang audit investigasi mereka selama 20 hari dari 60 hari yang sudah mereka lakukan. (Baca: Dipimpin Haji Lulung, DPRD Laporkan Ahok ke KPK)
"BPK saja masih minta 20 hari buat temuin kesalahan. Lalu ada orang yang melapor ke KPK, KPK ambil inisiatif limpahkan ke BPK untuk mengaudit investigasi. Dalam audit investigasi 60 hari kayaknya enggak ketemu nih makanya mereka minta perpanjang 20 hari," tutur Ahok.
"Terus DPRD kurang sekolah atau apa? BPK saja belum selesai menginvestigasi terus kamu mau laporin. Apa yang mau kamu laporin? Berarti DPRD lebih hebat daripada BPK ada temuan? BPK saja masih butuh 20 hari untuk menemukan temuan," sindir Ahok.
Tak hanya itu, Ahok juga kembali mempertanyakan mengenai laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan (LK) APBD DKI di tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibuat Pansus.
"Bantargebang sudah lama belum laporan BPK-nya? Kok enggak ada Pansus sih? Scanner dan UPS ada enggak temuan? Sudah ada yang mau masuk penjara lagi. Ada enggak Pansus? Kagak. Terus ada enggak dalam KUA-PPAS? Enggak ada," tegas Ahok.
"Kok DPRD enggak nyari, bisa ada siluman muncul? Kan jaksa sudah bilang siluman sudah dipasang-pasang diakui dari Pak Alex Usman diatur oleh oknum DPRD untuk dimunculin anggaran ini."
"RS Sumber Waras ada enggak dalam KUA-PPAS? Ada bersama dengan DPRD mutusin belinya. Kok itu yang dipansusin? Makanya aku kasihan sama kawan-kawan DPRD. Ini politik Pansus namanya. Tapi aku demen karena makin kelihatan siapa yang kurang sekolah dan kurang baca," tandas Ahok.
PILIHAN:
Dilaporkan Ahok, Ketua BPK : Mati di Lapangan pun Saya Siap
Ahok Janji Bikin Hidup Pejabat DKI Susah
"Saya kira enggak apa-apa. Menurut saya itu Pansus yang terlalu politik," tukas Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015).
Ahok merasa aneh dengan pelaporan tersebut. Pasalnya BPK RI khususnya DKI Jakarta mengaku masih memperpanjang audit investigasi mereka selama 20 hari dari 60 hari yang sudah mereka lakukan. (Baca: Dipimpin Haji Lulung, DPRD Laporkan Ahok ke KPK)
"BPK saja masih minta 20 hari buat temuin kesalahan. Lalu ada orang yang melapor ke KPK, KPK ambil inisiatif limpahkan ke BPK untuk mengaudit investigasi. Dalam audit investigasi 60 hari kayaknya enggak ketemu nih makanya mereka minta perpanjang 20 hari," tutur Ahok.
"Terus DPRD kurang sekolah atau apa? BPK saja belum selesai menginvestigasi terus kamu mau laporin. Apa yang mau kamu laporin? Berarti DPRD lebih hebat daripada BPK ada temuan? BPK saja masih butuh 20 hari untuk menemukan temuan," sindir Ahok.
Tak hanya itu, Ahok juga kembali mempertanyakan mengenai laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan (LK) APBD DKI di tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibuat Pansus.
"Bantargebang sudah lama belum laporan BPK-nya? Kok enggak ada Pansus sih? Scanner dan UPS ada enggak temuan? Sudah ada yang mau masuk penjara lagi. Ada enggak Pansus? Kagak. Terus ada enggak dalam KUA-PPAS? Enggak ada," tegas Ahok.
"Kok DPRD enggak nyari, bisa ada siluman muncul? Kan jaksa sudah bilang siluman sudah dipasang-pasang diakui dari Pak Alex Usman diatur oleh oknum DPRD untuk dimunculin anggaran ini."
"RS Sumber Waras ada enggak dalam KUA-PPAS? Ada bersama dengan DPRD mutusin belinya. Kok itu yang dipansusin? Makanya aku kasihan sama kawan-kawan DPRD. Ini politik Pansus namanya. Tapi aku demen karena makin kelihatan siapa yang kurang sekolah dan kurang baca," tandas Ahok.
PILIHAN:
Dilaporkan Ahok, Ketua BPK : Mati di Lapangan pun Saya Siap
Ahok Janji Bikin Hidup Pejabat DKI Susah
(hyk)