Pembatasan Lokasi Unjuk Rasa Dinilai Kotori Demokrasi

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 05:23 WIB
Pembatasan Lokasi Unjuk...
Pembatasan Lokasi Unjuk Rasa Dinilai Kotori Demokrasi
A A A
JAKARTA - Peraturan pembatasan menyuarakan aspirasi masyarakat yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai telah mengotori roh demokrasi. Pasalnya, pembatasan itu sama saja membatasi hak asasi manusia (HAM).

"Pemerintah seolah-olah menganggap aksi demo dari masyarakat sebagai pemicu keributan dan mengganggu ketertiban. Padahal mereka hanya ingin menyampaikan aspirasi. Kami menilai DKI membatasi hak asasi dalam menyampaikan aspirasi," kata Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN) Iwan Kusmawan saat dihubungi, Kamis 29 Oktober 2015.

Iwan menjelaskan, aksi unjuk rasa yang dilakukan di jalan itu akibat tidak pernah didengar dan ditindaklanjuti. Bahkan, dalam aksi unjuk rasa di jalan yang dekat dengan‎ instansi pemerintah terkait saja jarang perwakilan yang diharapkan datang untuk berdialog langsung kepada pendemo. Apalagi dengan pembatasan lokasi demo dengan janji mediasi.

Menurut Iwan, selama ini instansi terkait sangat cuek dalam merespon aksi demo yang dilakukan. Justru, kata dia, aparat keamanan jauh lebih responsif karena ditugaskan untuk mengamankan lokasi.

"Kami sering berdialog dan tidak didengar. Kami akhirnya turun ke jalan, biasanya kalau turun ke jalan atau di pusat titik perekonomian, suara kami didengar. Pengeras suara juga tidak ada masalah, di UU (undang-undang) saja tidak ada aturan yang membatasi volume suara. Kalau mau menertibkan ya dengarkan aspirasi kami," pungkasnya.

PILIHAN:

Ini Motif Pengeboman di Mall Alam Sutera
(mhd)
Berita Terkait
Jaga Kondusivitas Salatiga,...
Jaga Kondusivitas Salatiga, Wali Kota Ajak Masyarakat Tolak Unjuk Rasa Anarkis
Besok Buruh di Jabar...
Besok Buruh di Jabar Bakal Gelar Aksi unjuk Rasa, Ini Tuntutannya
Diduga Provokator, Polisi...
Diduga Provokator, Polisi Tangkap 8 Pemuda Peserta Demo
Polisi dan Mahasiswa...
Polisi dan Mahasiswa Bentrok di Bangladesh, Enam Orang Tewas!
Demonstran Prancis Bentrok...
Demonstran Prancis Bentrok dengan Aparat Keamanan, 150 Polisi Terluka
Senjata Sonik Ilegal...
Senjata Sonik Ilegal Digunakan untuk Membubarkan 300.000 Demonstran di Serbia
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
37 menit yang lalu
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
2 jam yang lalu
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
10 jam yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
10 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
10 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
10 jam yang lalu
Infografis
Jelang Pembebasan Sandera,...
Jelang Pembebasan Sandera, Brigade Al-Qassam Hamas Unjuk Kekuatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved