Mahasiswa Mintai Sumbangan ke Pengendara di Lampu Merah Margonda
Jum'at, 23 Oktober 2015 - 22:14 WIB
Mahasiswa Mintai Sumbangan ke Pengendara di Lampu Merah Margonda
A
A
A
DEPOK - Bencana asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan membuat mahasiswa di Depok turun ke jalan. Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) turun ke jalan sambil berorasi dan membawa kotak sumbangan di lampu merah pertigaan Margonda-Juanda.
Setiap pengendara yang berhenti menunggu lampu merah, para mahasiswa itu juga menyodorkan kotak untuk dimintai sumbangannya guna diberikan kepada korban asal yang ada di Sumatera dan Kalimantan. Karena, hingga saat ini bencana asap itu belum juga dapat diatasai oleh Pemerintah Jokowi-JK.
Mereka juga membuka donasi melalui rekening dan tanda pagar (tagar) di jejaring sosial #MelawanAsap.
"Sudah 80 ribu korban kabut asap, tercatat 66 ribu lebih menderita ISPA ( Inspeksi Saluran Pernafasan Akut), ada pula pnemonia, asma, sakit mata, sakit kulit. Banyak yang meninggal karena asap saudara kita sendiri, mengalami musibah itu, kami sebagai mahasiswa generasi muda tentu bergerak tak tinggal diam," ujar salah satu mahasiswa sambil berorasi, Jumat (23/10/2015).
Mereka juga membawa spanduk bertuliskan "Kami adalah Riau dan Kalimantan Hari ini". "Masih Layakkah Kami Untuk Dihuni". Aksi mereka mendapat perhatian dari pengendara yang melintas untuk memberikan sumbangan. Aksi tersebut juga mendapat pengawalan dari Satlantas Polresta Depok.
PILIHAN:
Aliansi Relawan Jokowi Dorong Class Action Terkait Asap
Setiap pengendara yang berhenti menunggu lampu merah, para mahasiswa itu juga menyodorkan kotak untuk dimintai sumbangannya guna diberikan kepada korban asal yang ada di Sumatera dan Kalimantan. Karena, hingga saat ini bencana asap itu belum juga dapat diatasai oleh Pemerintah Jokowi-JK.
Mereka juga membuka donasi melalui rekening dan tanda pagar (tagar) di jejaring sosial #MelawanAsap.
"Sudah 80 ribu korban kabut asap, tercatat 66 ribu lebih menderita ISPA ( Inspeksi Saluran Pernafasan Akut), ada pula pnemonia, asma, sakit mata, sakit kulit. Banyak yang meninggal karena asap saudara kita sendiri, mengalami musibah itu, kami sebagai mahasiswa generasi muda tentu bergerak tak tinggal diam," ujar salah satu mahasiswa sambil berorasi, Jumat (23/10/2015).
Mereka juga membawa spanduk bertuliskan "Kami adalah Riau dan Kalimantan Hari ini". "Masih Layakkah Kami Untuk Dihuni". Aksi mereka mendapat perhatian dari pengendara yang melintas untuk memberikan sumbangan. Aksi tersebut juga mendapat pengawalan dari Satlantas Polresta Depok.
PILIHAN:
Aliansi Relawan Jokowi Dorong Class Action Terkait Asap
(mhd)