40 Bidang Tanah Petani Hilang Tertutup Pasir

Rabu, 14 Oktober 2015 - 23:21 WIB
40 Bidang Tanah Petani...
40 Bidang Tanah Petani Hilang Tertutup Pasir
A A A
BANTUL - 40 bidang tanah bersertifikat milik petani di kawasan seputaran Dusun Mancingan telah hilang akibat pembentukan gumuk pasir.

Pasir-pasir yang bergerak karena hembusan angin tersebut biasanya membentuk gunung-gunung pasir dan belakangan disebut sebagai gumuk pasir.

Warga Dusun Mancingan Desa Parangtritis, Watin mengatakan, tahun 1964 yang lalu gumuk pasir di sepanjang Pantai Parangkusumo hingga Pantai Depok tidak berbentuk seperti saat ini.

Di mana saat itu masih banyak pohon Widuri (rumput berbentuk matahari yang biasa berlarian ketika ditiup angin) tanpa ada pepohonan sama sekali.

"Saat itu, bentuk gumuk pasir selalu berubah-ubah dan terus bergerak. Nah karena tidak ada penghalang, setidaknya ada 40 bidang tanah yang akhirnya tertutup pasir yang tertiup angin tersebut," ungkapnya, Rabu (14/10/2015).

40 bidang tanah yang berwujud sawah hilang tertutup oleh pasir yang dibawa angin. Namun meski tanah mereka hilang, para petani masih terus membayar pajak dari 40 bidang sawah milik mereka ke pemerintah.

Karena khawatir terjadi ‘bencana’ seperti 40 bidang sawah tersebut, akhirnya pemerintah desa setempat memerintahkan untuk melakukan penghijauan.

Saat itu, pemerintah desa setempat melalui kepala urusan ekonomi dan pembangunan (Kaur Ekbang) memiliki pemikiran jika ada pepohonan maka pembentukan gumuk akan terhenti.

Dan sawah-sawah milik petani yang berada di sebelah utara gumuk akan terlindungi, tidak tertutup oleh pasir.

Sejak saat itu, penanaman berbagai jenis tumbuhan mulai dilakukan, meski tidak semua jenis tanaman dapat tumbuh karena berada di tanah yang berpasir.

"Benar memang akhirnya tidak ada lagi sawah yang hilang akibat tertutup pasir," ujarnya.

Sejak saat itu pula, beberapa bangunan mulai didirikan oleh masyarakat sekitar. Bangunan-bangunan tersebut berdiri di sepanjang jalan tembus antara Pantai Parangkusumo hingga Pantai Depok.

Watin juga mengungkapkan, sebelum ada bangunan di sepanjang jalan tersebut, kawasan gumuk pasir merupakan tempat favorit untuk melakukan tindak kriminal.
(nag)
Berita Terkait
Digitalisasi Sertifikat...
Digitalisasi Sertifikat Tanah Mandek, OJK Sebut Bank Belum Sepaham
Penggunaan Sertifikat...
Penggunaan Sertifikat Tanah Elektronik Dinilai Mengkhawatirkan
Hadiri Peluncuran Sertifikat...
Hadiri Peluncuran Sertifikat Elektronik di Istana, IPPAT Puji Terobosan Kementerian ATR
Sertifikat Tanah Elektronik...
Sertifikat Tanah Elektronik Mulai Diterapkan Tahun Ini, Seberapa Efektif Melawan Mafia Tanah
BPN Luwu Serahkan 1.535...
BPN Luwu Serahkan 1.535 Sertifikat Redistribusi Tanah Pertanian
Cegah Pemalsuan, Menteri...
Cegah Pemalsuan, Menteri ATR akan Keluarkan Sertifikat Tanah Elektronik
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
53 menit yang lalu
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
2 jam yang lalu
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
3 jam yang lalu
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
3 jam yang lalu
Ada Konser Akbar di...
Ada Konser Akbar di Monas, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu 1.000 Meter
6 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved