Ribuan Siswa Pekanbaru Belajar Dalam Kondisi Status Bahaya Asap
Senin, 05 Oktober 2015 - 13:21 WIB
Ribuan Siswa Pekanbaru Belajar Dalam Kondisi Status Bahaya Asap
A
A
A
PEKANBARU - Dinas Pendidikan Provinsi Riau meminta seluruh sekolah melakukan aktivitas belajar mengajar. Padahal, hari ini kondisi asap sangat tebal dan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada di level berbahaya.
"Iya kita mendapat instruksi hari ini mulai masuk sekolah. Namun siswa masuk dari pukul 8.00 WIB hingga pukul 10.15 WIB. Namun aturannya siswa diwajibkan memakai masker selama belajar," kata Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 6, Jalan Cipta Karya Panam, Pekanbaru, Riau, Abdul Rahman, Senin (5/10/2015).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kamsol mengatakan, aktivitas belajar mengajar diadakan walau ada asap karena siswa sudah lama libur. "Berdasarkan rapat bersama, maka kita ambil keputusan untuk tetap bersekolah. Aktivitas hanya dilakukan pada hari Senin dan Kamis," katanya.
Selain mengurangi hari belajar, Dinas Pendidikan juga mengurangi jam belajar siswa dari sekitar tujuh jam per hari, kini dipersingkat hanya dua jam. Kadisdik Riau mengatakan bahwa Kota Pekanbaru diharapkan sebagai percontohan kebijakan ini.
"Jadi nantinya siswa ini masuk kemudian langsung diberikan modul-modul. Biasanya di kelas hanya ada satu guru, nantinya akan didampingi empat tenaga pengajar. Jadi jika siswa tidak paham dengan modul bisa langsung bertanya dengan guru yang sesuai dengan yang ditanyakan," ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Zulfadil menegaskan bahwa pihaknya akan mengimplementasikan kebijakan yang telah disetujui bersama.
"Selain itu, seluruh siswa besok juga diwajibkan memakai masker selama aktivitas belajar mengajar," ucapnya.
PILIHAN:
Nelayan Lihat Benda Mirip Badan Pesawat di Teluk Bone
"Iya kita mendapat instruksi hari ini mulai masuk sekolah. Namun siswa masuk dari pukul 8.00 WIB hingga pukul 10.15 WIB. Namun aturannya siswa diwajibkan memakai masker selama belajar," kata Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 6, Jalan Cipta Karya Panam, Pekanbaru, Riau, Abdul Rahman, Senin (5/10/2015).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kamsol mengatakan, aktivitas belajar mengajar diadakan walau ada asap karena siswa sudah lama libur. "Berdasarkan rapat bersama, maka kita ambil keputusan untuk tetap bersekolah. Aktivitas hanya dilakukan pada hari Senin dan Kamis," katanya.
Selain mengurangi hari belajar, Dinas Pendidikan juga mengurangi jam belajar siswa dari sekitar tujuh jam per hari, kini dipersingkat hanya dua jam. Kadisdik Riau mengatakan bahwa Kota Pekanbaru diharapkan sebagai percontohan kebijakan ini.
"Jadi nantinya siswa ini masuk kemudian langsung diberikan modul-modul. Biasanya di kelas hanya ada satu guru, nantinya akan didampingi empat tenaga pengajar. Jadi jika siswa tidak paham dengan modul bisa langsung bertanya dengan guru yang sesuai dengan yang ditanyakan," ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Zulfadil menegaskan bahwa pihaknya akan mengimplementasikan kebijakan yang telah disetujui bersama.
"Selain itu, seluruh siswa besok juga diwajibkan memakai masker selama aktivitas belajar mengajar," ucapnya.
PILIHAN:
Nelayan Lihat Benda Mirip Badan Pesawat di Teluk Bone
(zik)