Perusahaan Batubara di Bengkulu Pecat Ratusan Karyawan

Jum'at, 02 Oktober 2015 - 16:27 WIB
Perusahaan Batubara...
Perusahaan Batubara di Bengkulu Pecat Ratusan Karyawan
A A A
BENGKULU - Perusahaan Inti Bara Perdana (IBP) di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) memecat sebanyak 125 orang karyawannya.

Direktur PT IBP Sutarman menerangkan, pemecatan terpaksa dilakukan perusahaan yang bergerak dipenambangan batu bara itu karena terpuruknya harga batu bara saat ini.

"Dampak anjloknya harga batubara sangat terasa, apalagi semakin hari harga semakin turun. Supaya perusahaan ini tetap berjalan, kami harus melakukan efisiensi dan salah satu memberhentikan sebagian pekerja," ujar Sutarman di kantor Gubernur Bengkulu, Jum'at (2/10/2015).

Menurut Sutarman, total pekerja di perusahaan IPB sekitar 800 orang. Jumlah pekerja sebanyak itu tentu menyebabkan beban perusahaan tinggi, sementara harga batu bara terus anjlok.

Sehingga kebijakan memberhentikan 125 orang pekerja dinilai tepat. "Ini kami nilai langkah yang tepat," ujarnya.

Sutarman menyebutkan, pihaknya sama sekali tidak suka melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Karena itu bukanlah langkah yang baik.

Akan tetapi langkah yang tidak baik itu dinilai tepat, demi keberlangsungan perusahaan agar tidak terus merugi dan bisa tetap bertahan.

"Kami bisa katakan, perusahaan tambang lain juga pasti mengambil langkah yang sama. Informasi yang kami dengar, hampir seluruh perusahaan tambang pasti melakukan pemecatan, guna melakukan efisiensi," jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Sutarman, pihaknya hanya bisa menimbun batubara hasil produksinya. Karena jika dijual, tetap saja tidak mampu untuk menutupi biaya operasional perusahaan.

"Jikapun ada yang dijual, itu hanya untuk jual modal supaya biaya operasional rutin perusahaan tetap dapat dibayar dan perusahaan tetap berjalan meski hanya sekedar mampu bertahan saja," tuturnya.

Ditambahkannya, pengusaha dari China yang selama ini membeli batu bara dari Indonesia tak terkecuali Bengkulu, mulai beralih membeli dari negara-negara di Afrika.

"Untuk batubara high calorie, dulu harga pertonnya bisa mencapai 60-70 ribu dolar. Namun sekarang hanya 55 ribu dolar setiap tonnya. Sementara batubara yang low calorie, saat ini sama sekali tidak menguntungkan dijual," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
3.188 Buruh di Purwakarta...
3.188 Buruh di Purwakarta Terkena PHK Massal
46.000 Pekerja Diterjang...
46.000 Pekerja Diterjang Badai PHK, Korban Terbanyak Jateng dan Jakarta
Badai PHK Massal Hantam...
Badai PHK Massal Hantam Otomotif Eropa: Renault Siap Pangkas 3.000 Karyawan, Total Korban Tembus 34.000 Jiwa di 2025!
Berita Terkini
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
21 menit yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
39 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
56 menit yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved