Dikabarkan Wafat, Warga Padati Rumah Jamaah Haji Asal Depok
Senin, 28 September 2015 - 13:15 WIB
Dikabarkan Wafat, Warga Padati Rumah Jamaah Haji Asal Depok
A
A
A
DEPOK - Rumah Muhammad Fadli Bustanuddin, jamaah haji yang hilang kontak usai tragedi Mina mendadak ramai dikunjungi warga sekitar.
Pasalnya, warga Jalan Kawi III RT004/011 Depok Timur, Depok, Jawa Barat ini, dikabarkan menjadi salah satu korban tewas akibat terinjak-injak dalam tragedi Mina.
Kabar duka tersebut diperoleh keluarga dari anak buah Fadli di sana yang mengabarkan bahwa Fadli telah wafat.
Namun keluarga masih belum yakin sebelum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait daftar nama korban tragedi Mina.
"Ini warga berdatangan untuk sama-sama berdoa. Kami ikhlas kalau memang wafat di sana dan jika memang masih selamat asalkan kabarnya pasti dan resmi," ungkap Kakak Fadli, Yarnailis, Senin (28/9/2015).
Dijelaskan, Fadli merupakan anak bungsu dari 10 bersaudara. Ibunda Fadli terlihat tegar sambil menunggu kabar resmi dari pemerintah.
"Kami kenal dengan orang KJRI sedang dicocokan data-data dan paspor serta kartu di sana. Karena adik saya TKI maka ia juga tidak pakai gelang seperti kloter pada umumnya. Tinggal menunggu kecocokan data," sebutnya.
Yarnailis memaklumi kinerja pemerintah yang belum dapat mengidentifikasi jenazah dengan cepat. Dari cerita teman rombongan Fadli, memang saat peristiwa terjadi, terdapat arus jamaah haji yang berlawanan yang memicu peristiwa nahas tersebut.
"Adik saya mungkin kurang terpantau karena di sana kan TKI. Kalau dibilang karena pangeran lewat, enggak mungkin lah. Karena pangeran kan pakai helipad juga bisa lewat dan dia punya jalur sendiri," pungkasnya.
Pasalnya, warga Jalan Kawi III RT004/011 Depok Timur, Depok, Jawa Barat ini, dikabarkan menjadi salah satu korban tewas akibat terinjak-injak dalam tragedi Mina.
Kabar duka tersebut diperoleh keluarga dari anak buah Fadli di sana yang mengabarkan bahwa Fadli telah wafat.
Namun keluarga masih belum yakin sebelum ada pernyataan resmi dari pemerintah terkait daftar nama korban tragedi Mina.
"Ini warga berdatangan untuk sama-sama berdoa. Kami ikhlas kalau memang wafat di sana dan jika memang masih selamat asalkan kabarnya pasti dan resmi," ungkap Kakak Fadli, Yarnailis, Senin (28/9/2015).
Dijelaskan, Fadli merupakan anak bungsu dari 10 bersaudara. Ibunda Fadli terlihat tegar sambil menunggu kabar resmi dari pemerintah.
"Kami kenal dengan orang KJRI sedang dicocokan data-data dan paspor serta kartu di sana. Karena adik saya TKI maka ia juga tidak pakai gelang seperti kloter pada umumnya. Tinggal menunggu kecocokan data," sebutnya.
Yarnailis memaklumi kinerja pemerintah yang belum dapat mengidentifikasi jenazah dengan cepat. Dari cerita teman rombongan Fadli, memang saat peristiwa terjadi, terdapat arus jamaah haji yang berlawanan yang memicu peristiwa nahas tersebut.
"Adik saya mungkin kurang terpantau karena di sana kan TKI. Kalau dibilang karena pangeran lewat, enggak mungkin lah. Karena pangeran kan pakai helipad juga bisa lewat dan dia punya jalur sendiri," pungkasnya.
(nag)