Kondisi Udara di Wilayah Sumbar Masuk Level Berbahaya
Sabtu, 19 September 2015 - 13:38 WIB
Kondisi Udara di Wilayah Sumbar Masuk Level Berbahaya
A
A
A
PADANG - Kondisi udara di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) masuk masuk level berbahaya akibat asap kiriman dari provinsi tetangga dan beberap kabupaten setempat.
Berdasaran data dari Global Atmosphere Watch (GAW), Koto Tabang, Sumatera Barat sampai pukul 12.00 WIB Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU berdasarkan konsentrasi PM10 mencapai 436 ug/m3.
"Ini kategori berbahaya untuk manusia," kata Kepala Stasiun GAW Koto Tabang, Edison Kurniawan, Sabtu (19/9/2015)
Sebelumnya pada pukul 11.00 WIB PM10 baru mencapai 410 ug/m3 dengan kategori sangat tidak sehat.
Level kondisi tidak sehat itu sudah terjadi tadi pagi seperti pada pukul 10.00 WIB PM10: 408 ug/m3, begitu juga pada pukul 09.00 WIB. 382 ug/m3 dengan level udara sangat tidak sehat.
Menurutnya Edison asap ini berasal dari Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan ada yang berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan serta Dharmasraya Sumatera Barat.
"Peningkatan ini telah terjadi sejak kemarin akibat cuaca el nino, dari pantau satelit kemarin itu jumlah titik panas mencapai 348, titik panas paling banyak itu di Provinsi Jambi ada sebanyak 126, dan Sumatera Selatan 107, selebihnya di Kabupaten Pesisir Selatan 11 titik dan Dharmasraya dan Provinsi Bengkulu," terangnya.
Edison mengakui kondisi udara ini tidak seluruhnya terpantau di wilayah Sumatera Barat sebab kondisi peralatan masih minim. "Tapi kalau disekitar Agam dan Bukittinggi memang kondisi sudah level berbahaya," ujarnya.
Udara ini sangat rentan bagi lanjut usia, penderita asma dan bayi. Dia pun menyarakan sebaiknya tidak keluar rumah. "Kalaupun keluar rumah harus memakai masker," sebutnya.
Berdasaran data dari Global Atmosphere Watch (GAW), Koto Tabang, Sumatera Barat sampai pukul 12.00 WIB Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU berdasarkan konsentrasi PM10 mencapai 436 ug/m3.
"Ini kategori berbahaya untuk manusia," kata Kepala Stasiun GAW Koto Tabang, Edison Kurniawan, Sabtu (19/9/2015)
Sebelumnya pada pukul 11.00 WIB PM10 baru mencapai 410 ug/m3 dengan kategori sangat tidak sehat.
Level kondisi tidak sehat itu sudah terjadi tadi pagi seperti pada pukul 10.00 WIB PM10: 408 ug/m3, begitu juga pada pukul 09.00 WIB. 382 ug/m3 dengan level udara sangat tidak sehat.
Menurutnya Edison asap ini berasal dari Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan ada yang berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan serta Dharmasraya Sumatera Barat.
"Peningkatan ini telah terjadi sejak kemarin akibat cuaca el nino, dari pantau satelit kemarin itu jumlah titik panas mencapai 348, titik panas paling banyak itu di Provinsi Jambi ada sebanyak 126, dan Sumatera Selatan 107, selebihnya di Kabupaten Pesisir Selatan 11 titik dan Dharmasraya dan Provinsi Bengkulu," terangnya.
Edison mengakui kondisi udara ini tidak seluruhnya terpantau di wilayah Sumatera Barat sebab kondisi peralatan masih minim. "Tapi kalau disekitar Agam dan Bukittinggi memang kondisi sudah level berbahaya," ujarnya.
Udara ini sangat rentan bagi lanjut usia, penderita asma dan bayi. Dia pun menyarakan sebaiknya tidak keluar rumah. "Kalaupun keluar rumah harus memakai masker," sebutnya.
(nag)