Pemprov Jateng Dinilai Kurang Serius Atasi Kemiskinan

Kamis, 17 September 2015 - 10:20 WIB
Pemprov Jateng Dinilai...
Pemprov Jateng Dinilai Kurang Serius Atasi Kemiskinan
A A A
SEMARANG - Kalangan anggota DPRD Jawa Tengah menilai pemerintah daerah setempat kurang serius mengurangi angka kemiskinan yang ada di provinsi ini. Dampaknya, angka kemiskinan pada tahun ini naik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2015 mencapai 4,577 juta jiwa atau meningkat dari jumlah 4,562 juta jiwa pada September 2014. “Pemerintah Provinsi Jateng kurang serius mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Indikasinya, kebijakan anggaran terus diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan-jalan provinsi,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng Muh Zen Adv di Semarang kemarin.

Program-program yang terkait dengan penurunan kemiskinan, pertanian, menggerakkan roda ekonomi, dankesejahteraan masyarakat masih kurang. Oleh karena itu, persoalan pengangguran dan kemiskinan itu perlu disikapi dengan serius. Arah kebijakan untuk mengurangi kemiskinan sampai 9% sesuai dengan rencana panjang jangka menengah daerah (RPJMD) perlu direalisasikan.

Untuk mengurangi angka kemiskinan, setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemprov Jateng harus punya peta yang jelas bagaimana mengatasi masalah itu. “APBD 2016 harus didorong untuk mengurangi kemiskinan sebanyak- banyaknya,” ujar Zen. Zen mencontohkan, Dinas Pendidikan bisa membuat program agar lulusan SMK bisa terserap di lapangan kerja.

Salah satunya menghubungkan dengan industri di dalam maupun luar negeri yang membutuhkan. BegitujugadenganDinasTenaga Kerja perlu melakukan pelatihan dan pendampingan kepada warga agar punya keterampilan. Selain itu, dihubungkan dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Dengan demikian, angka pengangguran dan kemiskinan bisa terkurangi.

Anggota Komisi B DPRD JatengAchsinMaruf mengatakan, berdasarkan paparan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam pembahasan rancangan KUA PPAS 2016 beberapa waktu lalu, 2016 nanti merupakan tahun kesejahteraan dan pe-rekonomian. Prioritas programnya di antaranya sektor UMKM, pariwisata, pertanian secara luas.

“Tapi kalau saya lihat dokumen plafon tersebut, sangat kecil dibandingkan sektor-sektor lain, bahkan belum mencapai Rp1 triliun dari seluruh total belanja Rp19 triliun,” ungkapnya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan strategi penanggulangan kemiskinan yang akan dilakukan dengan pengurangan beban pengeluaran masyarakat.“

Caranya melalui jaminan kesehatan masyarakat miskin, pendampinganbisaoperasional sekolah, beasiswa bagi siswa miskin, dan dukungan pembangunan rumah layak huni,” tandasnya. Selain itu, peningkatan pendapatan masyarakat miskin, antara lain melalui pengembangan hutan rakyat, pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan, pengembangan agribisnis produksi tanaman pangan serta diversifikasi pola konsumsi pangan, dan peningkatan kesempatan perluasan lapangan kerja.

Ganjar menambahkan, pengembangan dan keberlanjutan pada usaha mikro kecil, melalui bantuan usaha ekonomi produktif bagi wanita rawan sosial ekonomi dan keluarga rawan sosial ekonomi. Pihaknya akan meningkatkan akses permodalan, pendampingan usaha dan pemasaran, pengembangan kewirausahaan desa. “Di samping itu juga dilakukan pembangunan infrastruktur perdesaan dan peningkatan akses air minum serta sanitasi lingkungan,” paparnya.

Amin fauzi
(bbg)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
21 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
24 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
24 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
36 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
59 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Diskon Bayar PBB-P2 Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved