Kondisi Udara di Palembang Masuk Katagori Bahaya

Selasa, 15 September 2015 - 07:07 WIB
Kondisi Udara di Palembang...
Kondisi Udara di Palembang Masuk Katagori Bahaya
A A A
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang meminta masyarakat untuk mewaspadai kondisi kabut asap di Kota Palembang. Karena berdasarkan hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang beberapa hari belakangan masuk kategori bahaya.

Berdasarkan keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak lingkungan, angka dan kategori indeks, level ISPU antara 101-199 dikategorikan tidak sehat.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang M Tabrani mengatakan, kondisi asap sudah masuk kategori bahaya bagi kesehatan. Karena sudah level ISPU nya sudah melebihi 200.

"Dari pengukuran kami yang menggunakan alat pengkuran kualitas udara yang diletakkan di kantor BLH, level ISPU mencapai 218. Itu terjadi sejak seminggu terakhir, dan hari ini angkanya mencapai 208," jelasnya, Senin (14/9/2015).

Tabrani menerangkan, dengan angka ISPU diatas 200, kondisi udara sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Dengan angka ISPU yang sangat tinggi tersebut, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sangat rentan bagi masyarakat yang sering melakukan aktivitas di luar rumah.

"Kondisi asap yang cukup pekat, biasanya terjadi pada pagi dan malam. Jadi, lebih baik saat waktu-waktu tersebut, masyarakat lebih baik mengurangi aktivitas diluar rumah," imbuhnya.

ISPU ditetapkan berdasarkan 5 pencemar utama, yaitu karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), Ozon permukaan (O3), dan partikel debu (PM10).

Jika nilai ISPU melebihi 200, maka masuk dalam kategori tidak aman. Karena, level ISPU diantara 101 - 199, yang masuk dalam ketegori tidak sehat, dapat terjadi peningkatan pada kardiovaskular pada perokok yang sakit jantung.

Peningkatan reaktivitas pembuluh tenggorokan pada penderita asma, penurunan kemampuan, meningkatnya kerusakan tanaman, jarak pandang turun dan terjadi pengotoran debu di mana-mana.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), Dinkes Kota Palembang Afrimelda mengatakan kondisi kabut asapnya fluktuatif namun sudah cukup berbahaya. Dan ada kecenderungan malam hari meningkat. Jumlah penderita ISPA pun bertambah.

“Kita berharap kabut asapnya segera hilang dan hujan segera turun. sarankan untuk banyak minum air putih lebih sering. Banyak minum vitamin dan makan buah-buahan ,” ujarnya.

Sedangkan bagi yang mempunyai gangguan paru dan jantung diharapkan nasehat dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. Dan diminta segera berobat jika mengalami kesulitan bernafas atau gangguan kesehatan lainnya. “Terapkan hidup sehat, dan polusi dari luar tidak masuk kedalam rumah,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Jambi Dikepung Kabut...
Jambi Dikepung Kabut Asap, Pelajar PAUD hingga SMP Diliburkan
Kabut Asap Memburuk,...
Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Kota Jambi Terpaksa Diliburkan
Kabut Asap Kepung Palembang,...
Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Dikepung Kabut Asap...
Dikepung Kabut Asap Karhutla, Warga Rokan Hilir Mulai Mengungsi
Bencana Kabut Asap di...
Bencana Kabut Asap di Palembang Kian Parah
Viral AC Mobil Keluar...
Viral AC Mobil Keluar Kabut Sampai Berembun, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
7 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
7 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
8 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
8 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
11 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved