Integrasi Kopaja ke PT Transjakarta Belum Matang

Selasa, 15 September 2015 - 01:13 WIB
Integrasi Kopaja ke...
Integrasi Kopaja ke PT Transjakarta Belum Matang
A A A
JAKARTA - Realisasi integrasi armada bus Kopaja di dalam jalur bus Transjakarta belum dapat diketahui. Rencana kebutuhan operasional PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) masih menggunakan hitungan bus besar.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah. Bahkan, kata dia, harga sistem rupiah per kilometer bus tersebut sudah masuk dalam Lembaga Kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) melalui sistem e-Cataloge.

"PT Transjakarta itu kan punya rencana operasional, koridor mana yang dibutuhkan, dimana rutenya, berapa PSO-nya. Saya sih maunya 200 unit bus yang siap saja itu dioperasikan semua. Kan tinggal dihitung, kalau 200 bus sedang berarti sama dengan 100 bus besar," katanya di Jakarta, Senin 14 September 2015.

Andri menjelaskan, untuk mengintegrasikan Kopaja dalam Busway, pihaknya terlebih dahulu harus mendengar penjelasan PT Transjakarta. Sebab, perusahaan pelat merah milik DKI itu merupakan pihak yang menguasai segala operasional, tekhnis, penggunaan Public Service Obligation (PSO) dan sebagainya.

Untuk itu, lanjut Andri, setelah perjanjian kerja sama dilakukan, pihaknya bersama PT Transportasi Jakarta dan operator Kopaja akan membahas kembali kajianya. Baik dari rute yang ditentukan, hingga besaran PSO-nya, termasuk perubahan sepsifikasi bus apabila target rencana operasional PT Transportasi Jakarta perihal bus besar terpenuhi.

"PT Transjakarta itu kan rencana operasionalnya menggunakan jenis bus besar. Jadi kalau sudah terpenuhi dengan bus besar, bus sedang tidak boleh lagi ada di jalur bus Transjakarta. Bus sedang ini hanya sebagai tahap awal saja," jelasnya.

Sesuai target yang direncanakan, operasiona bus Kopaja dalam jalur Transjakarta kemungkinan baru dapat dilakukan pada akhir tahun. Nantinya, lanjut dia, besaran PSO dipastikan akan lebih besar dibanding tahun ini yang berkisar diangka Rp940 miliar.

"Perubahan PSo-nya nanti di 2016. Tahun ini masih menggunakan PSO 2015 sebesar Rp940 miliar. Penambahan PSO itu harus tepat, saya akan melibatkan BPK, KPK dan sebagainya. Saya tidak tahu apakah tahun ini masih cukup PSO-nya untuk operasional Kopaja," tuturnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pembongkaran JPO di...
Pembongkaran JPO di Kawasan Thamrin, Rute Transjakarta Dimodifikasi
Mulai Hari Ini, Operasional...
Mulai Hari Ini, Operasional Halte Transjakarta Atrium Senen Dihentikan
Buka 4 Rute Non-koridor,...
Buka 4 Rute Non-koridor, DKI Tambah 100 Unit Bus Transjakarta
Dirut Transjakarta:...
Dirut Transjakarta: Naik Angkutan Umum Lebih Aman Daripada Nebeng Mobil Tetangga
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Beroperasi, Transjakarta-MRT Tetap Ikuti Pergub DKI
Ganjil Genap Diterapkan,...
Ganjil Genap Diterapkan, Kadishub DKI Tegaskan Angkutan Umum Siap Digunakan
Berita Terkini
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
19 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
28 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
58 menit yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved