PT LPI Diminta Bertanggung Jawab

Kamis, 10 September 2015 - 11:49 WIB
PT LPI Diminta Bertanggung...
PT LPI Diminta Bertanggung Jawab
A A A
MARTAPURA - DPRD OKU Timur menyoroti terbakarnya lahan kebun karet warga, yang lokasinya berdampingan dengan PT Laju Perdana Indah (LPI).

Apalagi, seperti sebelumnya perkebunan tebu tersebut ke rap melakukan pembakaran lahan. Ketua KomisI II Andi Syai - ban, mengungkapkan, untuk penanganan kasus sengketa lahan kebun karet warga yang ter bakar, agar cepat dise le sai - kan pihak perusahaan (PT LPI), Komisi I dan II DPRD OKU Ti - mur akan membentuk panitia kerja (Panja).

“Karena sudah je las, untuk melakukan panen te-bu merah harus dibakar, demi menekan rendaman hasil gula. Kita akan bentuk Panja. Kalau untuk ka - sus polusi udara, akan dise rah - kan ke Bupati dan Gu bernur,” ungkap politisi Golkar itu, saat memimpin rapat g a bu ngan dengan Komisi I, perwaki lan PT LPI dan Dinas K e huta nan dan Perkebunan OKU Ti mur, kemarin.

Andi menuturkan, Dis pen - da OKU Timur juga sudah be r - ulang kali meminta data alat be - rat kepada pihak PT LPI, untuk peningkatan APBD melalui pa - jak. Tapi tidak mendapat tang - gapan dari perusahaan tebu ter - sebut. Mirisnya lagi, saat kun ju - ngan resmi Komisi II juga tidak mendapat tanggapan dari PT LPI, “Ini mencerminkan ting - kah dari perusahaan yang tidak bersahabatm,” tuturnya.

Dalam rapat tersebut, Ang - gota Komisi II Made Sumantre, meminta untuk menintau ke m - bali masalah perizinan PT LPI, karena dinilai tidak me ng un - tung kan masyarakat. Ang gota Ko misi II lainnya, Junaidi Ma - jid, menyatakan, dengan me la - ku kan panen dengan sis tem pem bakaran, jelas PT LPI me - langgar. Karena perusahaan ha nya mempertimbangkan he mat biaya, tapi tidak memper timb - angkan dampak dari pe ma - nenan. “Saya sarankan agar izin PT LPI dicabut,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris Ko - misi I Fenus Antonius, me nga - takan, harus membentuk Pan - sus gabungan untuk me nyele - saikan masalah PT LPI. Jika ma - salah yang ada di PT LPI di - diamkan, sambungnya, tentu akan menjadi bom waktu. “Tapi jika PT LPI tetap ngotot dengan sikapnya, silahkan kabur dari OKU Timur,” tegasnya.

Menanggapi hal terebut, Generar Manajer PT LPI Ah mad Majedi, mengakui peru sahaannya m emang me la kukan pe - manenan, d engan sistim pem - ba karan dan sistim hijau. Se te - lah banyaknya asap yang me - ner pa Sumsel, maka pihaknya melakukan sistim panen sistim hijau.

“Memang ada lahan karet war ga yang ter bakar. Tapi b u - kan karena mem bakar tebu, melainkan ada api yang me ram - bat. Meski dem i kian, kami te - tap mengganti rugi kebakaran lahan karet warga. Untuk ke ba - karan lahan tebu yang tidak ter - kendali, gan ti ruginya sedang diproses. Bukan kami tidak per - duli,” ujarnya.

Dadang dinata
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
15 menit yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
1 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
6 jam yang lalu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
8 jam yang lalu
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
9 jam yang lalu
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
11 jam yang lalu
Infografis
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Kaget PT Indofarma Terjerat Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved