Sengketa Lahan di Magetan, Petani Bersitegang dengan TNI AU

Selasa, 08 September 2015 - 07:45 WIB
Sengketa Lahan di Magetan,...
Sengketa Lahan di Magetan, Petani Bersitegang dengan TNI AU
A A A
MAGETAN - Puluhan petani penggarap sawah dari Desa Kleco, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, bersitegang dengan otoritas Lanud Iswahyudi atas sengketa tanah seluas 10 hektare di lahan milik negara di desa tersebut, Senin (7/9/02015).

Dipimpin oleh kepala desa dan perangkat desa, para petani memprotes upaya otoritas Lanud Iswawahyudi yang hendak memulai pengerjaan pembangunan fasilitas militer di lahan garapan warga.

Warga berdalih, selain sengketa lahan tersebut masih dalam proses hukum, juga karena lahan yang mereka garap merupakan lahan hasil tukar guling atas aset desa yang digunakan untuk kepentingan pangkalan militer.

Sedangkan pihak TNI AU yang langsung dipimpin oleh Komandan Lanud Iswahyudi Marsma Fahry Adamy menyatakan, tanah yang kini digarap oleh warga merupakan milik negara dan akan diambil kembali untuk digunakan sebagai fasilitas militer TNI AU.

Untuk meredam kondisi yang semakin memanas, otoritas Lanud Iswahyudi memberi penawaran kepada warga untuk direlokasi ke lahan yang lain dan menunggu panen bagi yang sudah terlanjur menanam.

Pihak TNI AU juga mengultimatum warga hingga tanggal 8 September 2015 untuk mencapai kesepakatan. Jika kesepakatan tidak tercapai, maka otoritas Lanud Iswahyudi akan mengambil paksa lahan.

Ironisnya, saat dimintai konfirmasi, warga justru menghalangi wartawan ketika salah seorang perangkat desa hendak memberi keterangan pers.

Sengkta tanah antara warga Desa Kleco dan TNI AU sudah berlangsung puluhan tahun, dan baru mengemuka lima tahun belakangan, setelah pemkab setempat berjanji kepada warga untuk menyelesaikan sengketa itu.

Namun hingga batas waktu yang ditentukan, Pemkab Magetan tak menunjukan perkembangan, hingga akhirnya TNI AU memutuskan unuk mengambil alih lahan tersebut.
(san)
Berita Terkait
Ada Putusan MA, Kejari...
Ada Putusan MA, Kejari Pelalawan: Eksekusi Lahan Tetap Harus Dilaksanakan
2 Polisi Hanya Bisa...
2 Polisi Hanya Bisa Pasrah saat Rumahnya Dieksekusi PN Medan
Eksekusi Lahan Perumahaan...
Eksekusi Lahan Perumahaan GCC Sesuai Prosedur Hukum Ini Bukti dan Faktanya
Konflik Agraria, Tanah...
Konflik Agraria, Tanah Adat dan Milik Rakyat Butuh Perlindungan
Lahan Dicaplok Perusahaan,...
Lahan Dicaplok Perusahaan, Petani Desa Dayun Sambangi Istana Merdeka
Eksekusi Rumah di Ternate...
Eksekusi Rumah di Ternate Ricuh, Pemilik Tidak Rela Digusur
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
3 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
4 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
5 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
6 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
6 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
7 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved