Reses DPRD 2015 Ditampung Pada Perubahan Anggaran 2016

Senin, 07 September 2015 - 05:49 WIB
Reses DPRD 2015 Ditampung...
Reses DPRD 2015 Ditampung Pada Perubahan Anggaran 2016
A A A
JAKARTA - Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016 masih dalam pembahasan. Kegiatan reses 2015 DPRD DKI Jakarta diakomodir pada Anggaran perubahan 2016.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Tuty Kusumawati mengatakan, pada KUA-PPAS 2016 yang masih dalam pembahasan dengan Badan Anggaran (Banggar) sudah dicantumkan kegiatan-kegiatan reses DPRD. Hal itu bisa dilihat dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang bisa dilihat dalam website Bappeda.go.I'd.

Namun, kata Tuty, hasil reses yang ditampung tersebut adalah hasil reses 2014. Sebab, penyerahan hasil reses pertama DPRD 2015 telah melewati masa pembuatan RKPD pada 29 Mei.

"Jadi hasil reses DPRD 2015 kemungkinan akan ditampung pada Anggaran Perubahan 2016. Pada perubahan itu kan RKPD juga diubah," kata Tuty saat dihubungi, Minggu 6 September 2015.

Anggota DPRD DKI Jakarta, William Yani menyesalkan sikap Pemprov DKI yang mengakomidir hasil reses 2015 pada anggaran perubahan 2016. Sebab, selain kondisi saat ini yang berbeda dengan kondisi perubahan akhir tahun depan, pengerjaan pada perubahan tentu tidak maksimal mengingat waktunya yang terbatas.

Seperti misalnya pada reses kedua yang dilakukan Williy sejak Senin 31 Agustus lalu di daerah pilhan wilaya Jakarta Timur. Kata dia, banyak masyarakat mengeluhkan perihal saluran air yang belum juga dibenahi dari bangunan dan sampah.

Artinya, kalau dimasukan pada perubahan anggaran 2016, musim banjir awal Januari, Februari 2016 tidak akan ada perubahan. Begitu juga dengan pengerukan di Kali Cipinang dan Kali baru yang melewati Ciracas, Pasar Rebo dan Kramat jati.

"Itu saluran penghubung dan saluran air got yang tertutup bangunan. Memang biasanya di programnkan, tapi kalau kali penghubung dan got kayak gitu jarang dikerjakan. Nah kita minta masukan hasil reses ini. Itukan sangat darurat bagi masyarakat," katanya.

Juru bicara Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menjelaskan, hasil reses itu merupakan hasil aspirasi masyarakat yang didapatkan melalui kunjungan langsung masing-masing anggota DPRD didapilnya. Hal tersebut dibuktikan dengan lisan yang dilengkapi kop surat dan tandatangan warga. Terlebih, hasil tertulis tersebut ditembuskan mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga provinsi.

Untuk itu, lanjut Willy, apabila hasil reses tidak diakomodir, sebagai wakil rakyat dirinya sangat malu terhadap masyarakat yang telah mengeluarkan aspirasinya. Dia pun meminta Pemprov untuk menghentikan anggaran reses yang diberikan kepada masing-masing anggota sebesar Rp 60 Juta. Dia menilai anggaran tersebut hanya pemborosan.

"Selama ini dewan tidak pernah diberitahu oleh Pemprov kapan hasil reses diakomodir dan dilaksanakan. Saya terus ditanyakan sama masyarakat apakah usulannya sudah disampaikan ke Gubernur, baik itu hasil Musrembang ataupun reses," ujarnya.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik pun menyangsikan hasil reses 2014 diakomodir pada APBD 2016. Sebab, selama membahas KUAPPAS 2016 sejak Agustus lalu, dirinya belum melihat ada hasil reses Dewan yang diakomodir.

"Saya belum lihat apakah ditampung atau belum. Saat ini kami lagi jabarkan RPJMD, RKPD, kalau sudah nanti ketahuan hasil reses kami," tegasnya.
(mhd)
Berita Terkait
3 Raperda Tentang Tata...
3 Raperda Tentang Tata Ruang Diupayakan Dibahas Simultan
DPRD DKI Jakarta Pertanyakan...
DPRD DKI Jakarta Pertanyakan Pembelian Tanah Rp700 Miliar
Fraksi PKS Minta Pemprov...
Fraksi PKS Minta Pemprov DKI Tidak Potong TKD Tenaga Pendidik dan Kesehatan
DPRD DKI Minta Pelaksanaan...
DPRD DKI Minta Pelaksanaan KJP Plus Tetap Berlangsung di Tengah Wabah Covid-19
DPRD DKI Minta Program...
DPRD DKI Minta Program Pengamanan Aset Jadi Prioritas di APBD 2023
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Kritisi Pergub Poligami: Belum Ada Urgensinya
Berita Terkini
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
16 menit yang lalu
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
42 menit yang lalu
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
1 jam yang lalu
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
2 jam yang lalu
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
2 jam yang lalu
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved