Petani harus Kembangkan Pupuk Organik

Kamis, 03 September 2015 - 09:56 WIB
Petani harus Kembangkan...
Petani harus Kembangkan Pupuk Organik
A A A
GUNUNGKIDUL - Petani di Desa Bendung, Kecamatan Semin, berhasil melakukan konservasi tanah dan juga meningkatkan produktivitas pertanian dengan menekan 50% penggunaan pupuk kimia dan diganti dengan pupuk organik.

Anggota Gapoktan Maju Makmur Desa Bendung, Semin, Sumiyantoro, mengungkapkan, upaya untuk menyadarkan petani mengurangi pupuk kimia memang sangat sulit. Namun demikian dengan memulai dari lingkungan dan kelompok akhirnya pihaknya berhasil mengurangi pupuk kimia bagi semua anggota kelompok hingga 50%. “Ini sebenarnya untuk mengembalikan kesuburan tanah, karena residu kimia sangat tinggi, jadi kami kurangi namun hasil panen tetap maksimal,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Dia pun mencontohkan hasil panen jagung dan juga tembakau yang sangat memuaskan. Di sisi lain kesuburan tanah juga tetap terjaga serta bisa menghasilkan peningkatan produktivitas pertanian yang maksimal. “Jadi kami mulai produksi sendiri dan kami kirimkan ke luar daerah pupuk organik kami,” kata dia. Diakuinya, saat ini produk pupuk masih digunakan warga sekitar Desa Bendung. Untuk itu penyadaran petani sangat penting dilakukan. Dia berani menjamin hasilpanenakanlebihbagusmeskipun mengurangi pupuk kimia.

“Hasil jelas lebih sehat karena residu jauh berkurang. Hasil panen tetap bagus,” bebernya. Dia bersama anggota gapoktan juga mengaku siap menularkan teknik pembuatan pupuk organik dan bercocok tanam dengan pupuk organik tersebut. “Karena memang di Gunungkidul sangat minim peminatnya, kami justru kirim ke Pati, Jawa Tengah, dan daerah luar lainnya,” katanya.

Calon Wakil Bupati Immawan Wahyudi juga menyempatkan diri melakukan dialog dengan pengelola pupuk organik tersebut. Pendamping Badingah di pilkada mendatang ini pun memberikan apresiasi atas semangat petani untuk terbebas dari jeratan pupuk kimia yang merugikan. Ini harus diimbangi dengan kebijakan, regulasi untuk mengatur di semua desa,” katanya. Untuk itu, dia berjanji akan melakukan replikasi pertanian warga Desa Bendung untuk diterapkan di semua desa.

“Ini cara meningkatkan produktivitas pertanian yang murah, menyehatkan karena menekan residu atau zat berbahaya bagi tubuh dan tetap menjaga kesuburan tanah,” tandasnya.

Suharjono
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
59 menit yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
4 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
5 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
5 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
7 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
8 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved