Lokalisasi di Papua Ditutup, Enam PSK Mudik ke Sampang
Sabtu, 29 Agustus 2015 - 12:41 WIB
Lokalisasi di Papua Ditutup, Enam PSK Mudik ke Sampang
A
A
A
SAMPANG - Sebanyak enam warga Sampang, Jawa Timur, yang selama ini menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di Papua, dipulangkan ke kampung halaman.
Keenam PSK tersebut berinisial MT, MR TIA, MY, SM, dan RB. Informasinya mereka berasal dari satu desa di Kecamatan Camplong, Sampang.
Keenam PSK itu statusnya janda. Selama ini mereka menjajakan seks pada sebuah lokalisasi di Tanjung Elmo Kampung Asei Kecil Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
"Benar ada enam PSK yang dipulangkan ke Sampang, karena lokalisasi tempat mereka menjajakan seks ditutup," terang Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Sampang Malik Amrullah, Sabtu (29/8/2015).
Menurut Malik, pihaknya akan memberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan terhadap mereka. Hal ini dilakukan agar bisa mandiri, sehingga tidak perlu lagi menjadi PSK.
"Nanti kita akan berikan bantuan dan keterampilan pada mereka supaya bisa mandiri," ucap Malik.
Seperti diketahui, sebuah lokalisasi di Tanjung Elmo Kampung Asei Kecil Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua ditutup pemerintah setempat. Kemudian sebanyak 227 PSK asal Jawa Timur dipulangkan ke daerah asal. (Baca juga: Lokalisasi Akan Ditutup, PSK di Jayapura Demo).
Dari 227 PSK yang dipulangkan ke Jatim, enam PSK di antaranya merupakan warga asal Sampang. Mereka pulang dari Papua dengan menumpang Kapal Motor Gunung Dempo dari Jayapura dan sandar di Pelabuhan Surabaya.
PILIHAN:
Pembunuh Siswi Madrasah di Nganjuk Mantan Pacar
Keenam PSK tersebut berinisial MT, MR TIA, MY, SM, dan RB. Informasinya mereka berasal dari satu desa di Kecamatan Camplong, Sampang.
Keenam PSK itu statusnya janda. Selama ini mereka menjajakan seks pada sebuah lokalisasi di Tanjung Elmo Kampung Asei Kecil Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
"Benar ada enam PSK yang dipulangkan ke Sampang, karena lokalisasi tempat mereka menjajakan seks ditutup," terang Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Sampang Malik Amrullah, Sabtu (29/8/2015).
Menurut Malik, pihaknya akan memberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan terhadap mereka. Hal ini dilakukan agar bisa mandiri, sehingga tidak perlu lagi menjadi PSK.
"Nanti kita akan berikan bantuan dan keterampilan pada mereka supaya bisa mandiri," ucap Malik.
Seperti diketahui, sebuah lokalisasi di Tanjung Elmo Kampung Asei Kecil Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua ditutup pemerintah setempat. Kemudian sebanyak 227 PSK asal Jawa Timur dipulangkan ke daerah asal. (Baca juga: Lokalisasi Akan Ditutup, PSK di Jayapura Demo).
Dari 227 PSK yang dipulangkan ke Jatim, enam PSK di antaranya merupakan warga asal Sampang. Mereka pulang dari Papua dengan menumpang Kapal Motor Gunung Dempo dari Jayapura dan sandar di Pelabuhan Surabaya.
PILIHAN:
Pembunuh Siswi Madrasah di Nganjuk Mantan Pacar
(zik)