PHK di Jatim Capai 1.275 Orang

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 11:01 WIB
PHK di Jatim Capai 1.275...
PHK di Jatim Capai 1.275 Orang
A A A
SURABAYA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang terus anjlok membuat Pemprov Jatim ketar-ketir. Mereka khawatir kondisi perekonomian di Jatim terganggu dan berimplikasi negatif pada masyarakat.

Sinyal ini mulai terlihat dari banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) diJatim. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk), jumlah korban PHK hinggaAgustusinimencapai 1.275 orang. Mereka berasal dari 158 perusahaan. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah karena beberapa kabupaten/ kota belum menyerahkan data terbaru.

“Saat ini masih proses pendataan. Beberapa Dinas Tenaga Kerja di kabupaten/ kota belum menyetorkan kepada kami. Informasinya ada tambahan lagi. Mereka terpaksa di PHK karena kondisi keuangan perusahaan terganggu,” kata Plt Kepala Disnakertransduk Provinsi Jatim Sukardo, kemarin.

Situasi ini, kata Sukardo, juga pernah terjadi pada 2014 lalu. Bahkan saat itu jumlah korban PHK lebih besar lagi, yakni mencapai 11.000 orang. Namun, jumlah perusahaan yang kelap hanya sedikit, yakni 56 perusahaan. “Itu artinya, situasinya sedikit lebih bagus,” kata mantan Sekretaris DPRD Jatim ini.

Sukardo menjelaskan, pada 2014 lalu, mayoritas korban PHK terjadi karena kontrak kerja yang habis, perusahaanyangpindahdan sengketa hubungan industrial. “Nah, yang di PHK karena penghematan kecil sekali,” kata pria yang juga Asisten IV Setdaprov Jatim ini. Karenaitu, pada tahunini pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi hal itu. Di antaranya menciptakan lapangan kerjabaru, membukalatihan keterampilan dan wirausaha bagi para korban PHK.

“Ini penting agar mereka tidak menganggur,” ujarnya. Sebab jumlah angka pengangguran di Jatim saat ini tinggi. Dia mencatat masih ada 860.000 orang di Jatim yang tidak memiliki pekerjaan atau sekitar 4,31% dari total penduduk Jatim. “Jangan sampai angka ini ditambah lagi,” ujarnya. Sukardo mengakui upaya tersebut tidak mudah. Apalagi di tengah kondisi ekonomi seperti saat ini. Itu sebabnya, beberapa langkah akan diambil di antaranya menunda kenaikan upah minimum kota (UMK) terutama untuk wilayah ring I.

“Muncul usulan agar UMK tidak ada kenaikan. Tetapi bertahan seperti tahun lalu. Sebab kalau sampai buruh minta kenaikan tinggi, seperti tahun-tahun sebelumnya, maka perusahaan akan keberatan. Dan PHK akan lebih banyak lagi,” katanya. Dia menjelaskan, UMK Rp2,7 juta untuk ring satu yang saat ini berlaku saat ini sejatinya adalah hasil perhitungan untuk tahun 2016. Karena itu, bilamana tahun ini tidak ada kenaikan mestinya tidak ada masalah.

“Tinggal bagaimana para buruh menyetujui ini,” katanya. Anggota Komisi E DPRD Jatim Sulidaim mengapresiasi upaya Pemprov Jatim untuk menjaga kondisi ekonomi tetap stabil. Termasuk wacana penundaan kenaikan UMK. Namun, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta ada kajian terlebih dahulu sehingga kebijakan tersebut tidak lantas merugikan.

“Sepanjang buruh dan perusahaan sepakat tidak masalah. Karena itu, harus dihitung betul. Jangan sampai malah menimbulkan gejolak,” ucapnya. Suli berharap Pemprov Jatim kreatif membuat program untuk menjaga kondisi ekonomi stabil. Terutama untuk penguatan usaha kecil dan menengah (UKM). “Sektor ini harus dijaga betul sehingga ekonomi bisa stabil,” katanya.

Surabaya Awali Aksi Mahasiswa

Sementara itu, aksi mahasiswa secara nasional bakal berawal dari Surabaya. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Surabaya sepakat turun ke jalan menyikapi situasi nasional sekarang. Terutama perekonomian terkait terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Kesepakatan itu merupakan bagian penting dari berlangsungnya Konferensi Aliansi BEM se-Surabaya di Kampus Universitas Surabaya (Ubaya), kemarin.

Koordinator Pusat BEM se- Surabaya, Febryan Kiswanto menegaskan, demonstrasi turun ke jalan adalah salah satu cara mahasiswa menyikapi masalah. Demonstrasi bagian poin aliansi mencerdaskan masyarakat. “Jika diperlukan perubahan kebijakan kami akan turun jalan. Kajian-kajian terus dilakukan aliansi. Sebelumnya kajian-kajian sebatas dilakukanditatarankampus- kampus, universitas,” ujarnya, kemarin. Sekadar diketahui, ada 23 BEM yang mendeklarasikan aliansi.

Ini gebrakan awal untuk menyatukan BEM se-Surabaya. Setiap BEM mengirimkan dua delegasi, di antaranya BEM dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Hang Tuah, Universitas Merdeka, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Wijaya Putra, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Dr. Soetomo, Universitas Nahdlatul Ulama, Universitas Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Bhayangkara, Universitas Narotama, Universitas Ciputra, Universitas Kristen Petra, Universitas Katolik Darma Cendika, Universitas WR. Supratman, Universitas Pelita Harapan, Universitas Wijaya Kusuma, Universitas Wijaya Kartika, STIE Perbanas, dan Politeknik Perkapalan Surabaya.

“Inisiatif saya dalam hal menangani kurs dolar yang naik, saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri. Ini belum dibahas dalam forum, sementara hanya pemikiran saya sendiri,” kata Denna Sabella Abatha, penanggung jawab aksi.

Soeprayitno/ Ihya Ulumuddin
(bbg)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
19 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
29 menit yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
34 menit yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
47 menit yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
1 jam yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved