Penumpang Sepi, Tukang Ojek Jual Narkoba

Jum'at, 28 Agustus 2015 - 09:45 WIB
Penumpang Sepi, Tukang...
Penumpang Sepi, Tukang Ojek Jual Narkoba
A A A
KAYUAGUNG - Dua orang tukang ojek di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), M Saleh, 25, dan Adrian Putra, 34, warga Kelurahan Sidak ersa, Kecamatan Kayuagung, mencari uang tambahan dengan cara menjual narkoba. Namun bisnis haram itu terhenti karena aksi mereka diketahui aparat kepolisian yang berhasil menangkapnya.

Awalnya jajaran Satres Narkoba Polres OKI, Rabu (26/8) malam, menangkap M Saleh. Dari hasil pengembangan kasus, selanjutnya polisi berhasil menangkap Adrian. Dari kedua tersangka, polisi menyita barang bukti (BB) 26 paket sabu-sabu, satu paket daun gan ja kering, 4 HP dan uang tunai Rp6.555.000 yang di duga hasil penjualan sabu-sabu.

Informasi yang dihimpun KORAN SINDO PALEMBANG, tertangkapnya kedua penjual narkoba ini berkat informasi dari masyarakat. Informasi ini ditindaklanjuti dengan melaku kan penyelidikan dan menrunkan petugas yang menya mar menjadi pembeli. “Kedua tersangka ini sudah menjadi target operasi kami.

Saat ini masih kita kem bangkan lagi untuk mengejar para pemasok sabu-sabu dan ganja tersebut yang identitasnya sudah kami ketahui,” ungkap Kasatres Narkoba Polres OKI AKP Rio Maurice Prakasa kemarin. Tersangka Adrian Putra mengatakan, sabu-sabu yang disita polisi itu ia beli dari Heri warga Palembang.

Saat jual beli, ia dan Heri janjian ber temu di Pasar Tanjungraja Ogan Ilir. Setidaknya sudah 5 bulan bisnis sabu-sabu dijalaninya. “Setiap kali beli cuma ¼ kantong, harganya Rp3 juta. Lalu aku bagi menjadi 10 paket. Ada yang paket sedang dan paket kecil. Yang paket sedang aku jual Rp250.000 dan Rp 200.000, paket kecil aku jual Rp - 150.000 dan Rp100.000. Mo - dal Rp3 juta, duit masuk se ki - tar Rp5 jutaan.

Ini habis dalam waktu seminggu,” jelasnya. Sementara tersangka Saleh mengatakan, 1 paket kecil gan - ja yang disita polisi merupakan miliknya. Ia sudah 3 bulan terakhir berjualan ganja yang dibelinya dari Said warga Jambi. Pembelian dengan cara memesan menggunakan HP, lalu sepekan kemudian ganja dikirim menggunakan jasa travel. “Sudah 3 kali pesan, duitnya ditransfer.

Sekali pesan jum lahnya 1 paket sedang harganya Rp2 juta. Lalu 1 paket sedang ini aku bagi-bagi menjadi 20 paket, dan aku jual 1 paket kecil Rp20.000 sampai Rp25.000. Jadi modal Rp2 juta, duitmasukbisaRp4juta an. Paling tidak, 20paketkecilinihabisdijual sebulan,” jelas nya.

M Rohali
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
13 menit yang lalu
Bantargebang Hanya Terima...
Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, 146 Pasar Dilengkapi Tempat Sampah Pilah
1 jam yang lalu
Abidin Fikri: Evaluasi...
Abidin Fikri: Evaluasi Haji 2026, Bekal Perbaikan Layanan Tahun Depan
1 jam yang lalu
Workshop di Makassar,...
Workshop di Makassar, Tri Tito Karnavian Ingatkan Orang Tua Wajib Hadir dalam Aktivitas Digital Anak
1 jam yang lalu
Jelang Musda Partai...
Jelang Musda Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta Dapat Dukungan dari Mualem
2 jam yang lalu
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Hakim Jadwalkan Putusan Praperadilan ke-2 Roy Suryo pada 20 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved