Doa untuk Korban Trigana Air

Jum'at, 21 Agustus 2015 - 08:43 WIB
Doa untuk Korban Trigana...
Doa untuk Korban Trigana Air
A A A
SURABAYA - Puncak HUT Kemerdekaan ke-70 RI pada 17 Agustus 2015 boleh saja berlalu. Meski demikian, masih ada saja perayaan Agustusan yang digelar. Seperti di SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya, kemarin.

Kemarin ratusan murid kelas V dan VI menggelar berbagai perlombaan sekaligus doa keprihatinan. Doa ditujukan kepada korban Trigana Air yang jatuh di Pegunungan Bintang, Papua. Dua mahasiswa asing yang menjadi relawan pengajar mata pelajaran bahasa Inggris di sekolahan yang berlokasi di Jalan Pucang Anom itu ikut di dalamnya.

Mereka adalah Fukiko, mahasiswi Fakultas Budaya dan Bahasa Inggris Kyoto University, dan Zhang Yu Fang alias Emma, mahasiswi Fakultas Broadcasting & Journalism dari Tianjin Polytechnic University.

”Sebenarnya ada tiga mahasiswa asing yang menjadi relawan mengajar bahasa Inggris di sini. Cuma yang satunya, Miss Ellena yang ambil Master Arsitektur di Universitas Koblen Jerman, sedang mendampingi delegasi lomba robot SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Lombanya di Yogyakarta,” kata Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Edy Purnomo.

Menurut Edy, doa bersama untuk korban jatuhnya pesawat Trigana Air juga untuk menanamkan kepedulian dan rasa empati sejak dini pada anak. ”Kasihan korban dan keluarga yang ditinggalkan. Saya lihat di televisi, pesawat yang jatuh itu juga membawa uang miliaran. Uang itu terbakar,” kata siswa kelas V-A, Aditio Rafi Wardhana, di sela-sela doa bersama. ”Semoga semuanya (korban) masuk surga,” katanya.

Penuturan senada disampaikan siswi kelas IV-B SD Muhammadiyah 4 Pucang Nayla Salwa. Seusai doa bersama, acara dilanjutkan lomba Agustusan. Tarik tambang dan bakiak raksasa tetap menjadi primadona. ”Saya akan ada di sini (SD Muhammadiyah 4 Surabaya) selama enam minggu. Saya mengajar bahasa Inggris dan saya senang bisa ikut lomba,” tutur Emma yang bersama timnya sempat ketinggalan saat beradu cepat jalan menggunakan bakiak raksasa.

Ketertinggalan ini karena Emma berada paling depan. Setelah Emma bertukar posisi dan berada di tengah barisan, timnya bisa berjalan lebih cepat. Dia mengaku senang dan ini pengalaman pertamanya memainkan bakiak raksasa.

Tiga mahasiswa asing itu selama di SD Muhammadiyah 4 Pucang juga akan menyampaikan pemahaman tentang budaya negaranya. Demikian halnya Fukiko maupun Ellena. Mereka akan ada di Surabaya hingga 26 September 2015.

Soeprayitno
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
19 menit yang lalu
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
24 menit yang lalu
Skarbu Bikin Bundaran...
Skarbu Bikin Bundaran HI Bergelora, Jak Mania Kompak Nyanyikan Persija Ale
47 menit yang lalu
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
58 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
1 jam yang lalu
Jalan Jenderal Sudirman...
Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Jelang Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Titik Kantong Parkirnya
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved